Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi

Aktivitas vulkanik tersebut masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 kilometer dari kawah.

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi
Istimewa
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginformasikan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi.

Oleh karena aktivitas vulkanik tersebut masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 kilometer dari kawah.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada tingkat aktivitas level II atau waspada

Baca: Gunung Anak Krakatau Dalam Sehari Meletus 56 Sampai 99 Kali Disertai Suara Dentuman

"Hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi, sehingga tingkat aktivitasnya masih berada pada level II (waspada). Direkomendasikan kepada masyarakat/wisatawan untuk tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 kilometer dari kawah," kata Kepala PVMBG, Kasbani, seperti dilansir Antaranews.com, Jumat (13/7/2018).

"Aktivitas saat ini berupa keluarnya material vulkanik dari Kawah Krakatau dalam bentuk lontaran material pijar yang jatuh di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau, serta guguran lava pijar yang mengarah ke selatan," katanya.

Baca: Donna Agnesia Tunda Berlibur ke Anak Gunung Krakatau Gara-gara Piala Dunia

Fenomena lain yang terpantau atau dirasakan dari Pos PGA di Pasauran adalah bunyi aktivitas letusan dari arah gunung yang cukup keras dengan frekuensi kejadian yang cukup rapat, aktivitas letusan ini juga dapat menggetarkan kaca pada bangunan Pos PGA.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga tanggal 12 Juli 2018 pukul 20:05 WIB masih dalam fase erupsi yang ditandai keluarnya material vulkanik dari pusat kegiatan Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan pemantauan secara visual dari arah Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) di Pasauran yang berjarak sekitar 42 kilometer, visual gunung pada saat malam hari secara kasat mata tidak terlalu jelas, namun dengan bantuan kamera CCTV yang dilengkapi infra merah baru tampak adanya sinar api setinggi 200 m diatas puncak gunung.

Baca: Letusan Gunung Tambora, Empat Kali Lebih Kuat Dari Krakatau

Pemantauan secara kegempaan teramati rekaman seismograf didominasi oleh jenis gempa getaran tremor menerus dengan amplituda berkisar antara 25 - 50 mm (dominan 40 mm), hal ini berasosiasi dengan aktivitas keluarnya material vulkanik dari kawah dalam bentuk lontaran maupun guguran lava pijar.

Rekaman seismograf sebelumnya pada tanggal tanggal Rabu (11/7/2018)tercatat telah terjadi 56 kali gempa letusan, 141 kali gempa hembusan lima kali gempa vulkanik dangkal dan terjadi gempa tremor menerus dengan amplituda 2 - 50 mm.

Gunung Anak Krakatau secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Baca: Begini Lika-liku Perjalanan Menuju Krakatau, Silakan Dicoba

Aktivitas vulkanik gunung yang berada 305 meter diatas permukaan laut ini menunjukkan peningkatan sejak 18 Juni 2018.

Berdasarkan peta kawasan rawan bencana (KRB) menunjukan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter 2 kilometer merupakan kawasan rawan bencana.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help