Soal Pemukulan, Adik Anggota DPR Diperiksa di Polda Metro Jaya

Ronny Kosasih dan istrinya, Ayuningtyas, mengaku dikeroyok yang diduga dilakukan oleh anggota Komisi III DPR, Herman Heri, dan ajudannya.

Soal Pemukulan, Adik Anggota DPR Diperiksa di Polda Metro Jaya
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memeriksa Yudi Adranacus, adik dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Herman Hery.

Pemeriksaan tersebut, sebagai saksi terkait dengan laporan yang dibuat oleh sopirnya, Pardan.

Sebelumnya, Ronny Kosasih (32) dan istrinya, Ayuningtyas (33), mengaku dikeroyok yang diduga dilakukan oleh anggota Komisi III DPR, Herman Heri dan ajudannya.

Baca: Polisi Tetapkan Seorang Jakmania Sebagai Tersangka Pemukulan Anak Menpora

Kejadian itu terjadi saat melintasi jalur Transjakarta di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, 10 Juni 2018 sekira pukul 21.30 WIB.

Yudi menyebut yang memulai pemukulan adalah Ronny.

Baca: Polisi Belum Terima Laporan Dugaan Pemukulan Anak Menpora oleh Oknum Jakmania

“Yang mulai (memukul) duluan itu justru Pak Ronny,” kata Yudi usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/7/2018).

Akan tetapi saat itu, Yudi mengaku terpeleset karena menghindari pukulan dari Ronny.

Melihat Yudi diserang, sopirnya, Pardan, turun dari mobil untuk melerainya. Namun Ronny memberikan bogem mentahnya kepada Pardan.

"Begitu saya jatuh, Pardan turun dari mobil dan melihat saya teraniaya. Saya rasa wajar dia (Pardan) membela saya dan ingin memisahkan, bukan berantem," kata Yudi.

Sedangkan, Ardy Mbalembout, pengacara Yudi menyebut bahwa Ronny telah memfitnah Herman mengenai penganiayaan.

Pasalnya tidak ada bukti forensik dalam kasus tersebut.

“Mobil yang digunakan Yudi terdaftar atas nama perusahaan dan memang sering dipakai oleh Yudi. Jadi tuduhan dugaan penganiayaan hanya berdasar pada pelat nomor mobil tak berdasar,” katanya.

Baca: Pemukulan Siswa terhadap Guru Hingga Tewas masih Didalami Kepolisian

Selain itu, memang wajah antara Herman dan Yudi memiliki kemiripan karenanya tuduhan itu harus dibuktikan.

“Ronny ini sedang membuat fitnah terhadap nama orang lain. Kami bisa lihat bahwa yang disangkakan itu mobil dari alat bukti yang mobil B 88 NTT ternyata memang mobil perusahaan, Pak Yudi sendiri pimpinan di situ,” katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved