Sembilan Warga Cikarang Timur Diduga Keracunan Es Kepal Milo, Polisi Turun Tangan

Sampai saat ini, polisi masih memeriksa keterangan saksi, termasuk mencari tahu keberadaan penjual jajanan tersebut.

Sembilan Warga Cikarang Timur Diduga Keracunan Es Kepal Milo, Polisi Turun Tangan
Warta Kota/Alex Suban
PEDAGANG menyiapkan Es kepal Milo di gerainya di Jalan Raya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018). 

SEMBILAN warga yang terdiri dari bayi hingga orang dewasa, diduga mengalami keracunan jajanan minuman es kepal milo di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (10/7/2018) petang.

Sembilan warga Kampung Penyosogan RT 02/04, Desa Hegarmanah, Cikarang Timur ini bahkan sempat dibawa ke Klinik Dwi Cipta di daerah setempat, untuk mendapat perawatan.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Timur Komisaris Warija mengatakan, sembilan warga yang diduga mengalami keracunan bernama Omah (40), Ukom (40), Mutiara, Rifai (18 bulan), Khodijah (3), Topan (7), Silvi (9), Karsija (12), dan Winingsih (28).

Baca: Naikkan Harga BBM Per 1 Juli 2018, Ini Penjelasan Kementerian Keuangan

Mereka mengeluh sakit di bagian perut, buang-buang air disertai mual, hingga sakit kepala, setelah mengonsumsi es kepal milo milik pedagang kaki lima yang melintas di perkampungannya.

"Sekarang sembilan orang itu sudah pulang ke rumahnya dan kondisi mereka kian membaik," kata Warija saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

Warija mengaku langsung bergegas ke klinik tempat korban berobat untuk mengecek keadaannya. Sampai saat ini, polisi masih memeriksa keterangan saksi, termasuk mencari tahu keberadaan penjual jajanan tersebut.

Baca: Hari Ini Pendaftaran Gelombang Kedua PPDB SMP Kota Bekasi Dibuka, Rebutkan 1.900 Kursi

"Kasusnya masih lidik (diselidiki) oleh anggota," ujarnya.

Meski sembilan warga itu mengeluh sakit akibat mengonsumsi jajanan minuman es kepal milo, kata Warija, polisi harus melakukan penyelidikan lebih dalam. Pihaknya telah mengambil sampel es kepal milo yang dibeli warga untuk diperiksa ke laboratorium.

"Kita harus pastikan dulu melalui metode yang benar tentang penyebab keracunan ini," ucapnya.

Baca: Anies Baswedan Punya 60 Hari Tuntaskan PR dari BPK

Camat Cikarang Timur Ani Gustini mengatakan, awalnya dua warga harus mendapat perawatan intensif di klinik selama satu malam, karena kondisinya cukup menurun. Sedangkan tujuh warga lainnya langsung diperbolehkan pulang beberapa jam setelah mendapat penanganan dokter.

"Setelah mendapat perawatan yang baik, dua orang lagi sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya atau Rabu (11/7/2018) siang," papar Ani.

Ani mengimbau agar warga di wilayahnya berhati-hati dalam mengonsumsi jajanan. Selain itu, Ani akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pengawasan yang diperjualbelikan di wilayahnya.

"Tentunya pengawasan jajanan akan kita lakukan ke depannya," cetus Ani. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved