Cuma Pria Ini yang Berani Pegang Kepala Soeharto, Hidupnya Berubah 180 Derajat

Walau sudah lebih dari 10 tahun sejak wafatnya Soeharto, nama penguasa orde baru itu tak hilang ditelan waktu.

Cuma Pria Ini yang Berani Pegang Kepala Soeharto, Hidupnya Berubah 180 Derajat
Pak Yos sedang mencukur rambut Soeharto (Foto: Istimewa) 

WALAU sudah lebih dari 10 tahun sejak wafatnya Soeharto, nama penguasa orde baru itu tak hilang ditelan waktu.

Bahkan, akhir-akhir ini banyak orang yang membandingkan zaman Soeharto dengan rezim penguasa setelahnya hingga muncul jargon "Piye Kabare? Enak Jamanku to?"

Terlepas dari perbandingan tersebut, Soeharto tetaplah seorang manusia biasa yang juga memiliki kebiasaan seperti orang lain.

Kebiasaan mantan presiden RI yang dijuluki 'smiling general' itu coba dikisahkan oleh salah seorang putrinya, Tutut Soeharto melalui situs pribadinya.

Baca: Dianggap Tak Kuasai Persoalan Ekonomi, TGB Bilang Begini

Diceritakannya, sejak pindah tugas dari Bandung ke Jakarta atau sejak menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad), Soeharto memiliki seorang tukang cukur langganan yang akrab disapa Pak Yos.

Baca: Usai Bertemu Rizieq di Mekkah, Tommy Soeharto Bertemu Pencipta Lagu #2019Gantipresiden

Baca: Kisah Soeharto Tak Punya Kamera Saat Tutut Kecil, Ini Dramanya

"Pak Yos ini tukang cukur yang mangkal di bawah pohon di jalan H Agus Salim (dekat rumah Tutut Soeharto), dan juga berkeliling naik sepeda," ujar Tutut, Kamis (12/7/2018).

Sampai Soeharto dilantik sebagai Presiden RI ke-2, beliau tetap memakai jasa tukang cukur langganannya itu.

Setiap kali akan memotong rambutnya, Soeharto memanggil Pak Yos untuk datang ke Rumah Cendana.

Walaupun banyak yang menyarankan agar Soeharto mengganti tukang cukurnya, smiling general tersebut tidak mempedulikan anjuran orang lain dan tetap setia dengan Pak Yos.

"Katanya, masak presiden tukang cukurnya dari bawah pohon," kata Tutut menirukan anjuran itu.

Diungkapkannya, alasan Soeharto menolak anjuran untuk mengganti tukang cukur tersebut adalah karena Pak Yos sama seperti tukang cukur lainnya yang juga manusia dan warga negara Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved