Penjual Miras Berkedok Tukang Jamu Digulung Polisi Bekasi

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi AKBP Arlon Sitanjak menunjukkan miras oplosan dalam plastik.

Penjual Miras Berkedok Tukang Jamu Digulung Polisi Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi AKBP Arlon Sitanjak saat menunjukkan miras oplosan dalam plastik yang dijual seharga Rp 15.000. 

TEMPAT menjual minuman keras (miras) oplosan yang berkedok warung jamu di Kampung Sasak, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi digerebek Polres Metro Bekasi pada Rabu (11/7/2018) malam.

Dari penggerebekan ini, polisi menyita barang bukti berupa miras oplosan sebayak 79 bungkus siap jual, lima bungkus plastik isi dua liter alkohol. Empat botol Big Cola isi 520 mili. Tiga botol surup ABC, satu ember berisi miras oplosan 19 liter.

Dari pengrebekan petugas mengamankan dua orang penjual miras bernisial HJ (30) dan BK (23). Ditangan pelaku didapati uang tunai Rp 440.000 hasil penjulan miras oplosan.

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi AKBP Arlon Sitanjak mengatakan, pengungkapan dilakukan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas jual beli miras di toko jamu tersebut.

Akibat perbuatannya menjual miras berkedok jamu, kedua pelaku dijerat pasal 131 ayat 1 Subsider Pasal 77 ayat 1 Undang undang Pangan Nomor 18 Tahun 2013.
Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi AKBP Arlon Sitanjak saat menunjukkan miras oplosan dalam plastik yang dijual seharga Rp 15.000. (Warta Kota)

Dalam penggerebakan itu juga didaptkan aktivitas produksi miras oplosan jenis gingseng.

"Toko jamu itu kedok, ternyata usaha utamanya menjual miras. Saat itu juga ditemukan produksi miras gingseng yang dijual seharga Rp 15.000 per kantung plastik," katanya.

Arlon menambahkan tidak akan memberikan ruang gerak sedikitpun kepada para penjual miras oplosan di Kabupaten Bekasi.

Ia meminta keaktifan masyrakat untuk mengadukan jika ada kegiatan penjualan miras oplosan.

"Informasi masyarakat ini sangat dibutuhkan, untuk kami bisa mengungkap baik itu penjual miras ataupun narkoba," paparnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 131 ayat 1 Subsider Pasal 77 ayat 1 Undang undang Pangan Nomor 18 Tahun 2013 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun, Jo Pasal 204 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help