Begitu Dipastikan Juara Dunia, Muhammad Zohri Sempat Bingung Cari Bendera Indonesia

Lalu Muhammad Zohri sempat kebingungan mencari bendera Indonesia begitu ia dipastikan juara dunia lari 100 meter junior.

Begitu Dipastikan Juara Dunia, Muhammad Zohri Sempat Bingung Cari Bendera Indonesia
istimewa
Lalu Muhammad Zohri sempat kebingungan mencari bendera Merah Putih setelah dipastikan jadi juara dunia. Ia akhirnya mendapatkan bendera Indonesia dari panitia yang sudah menyiapkannya. 

SPRINTER Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Menjadi sejarah lantaran terakhir Indonesia di 1986 hanya menempati posisi ke-8 pada ajang bergengsi ini.

Namun, sebelumnya tidak ada yang menyangka Zohri bisa membawa pulang medali emas.

Karena di sisi lain, Zohri harus berhadapan dengan juara nasional lari 100 meter U-20 Amerika Serikat (AS), Anthony Schwartz yang mencatatkan waktu 10.19 detik di penyisihan.

Baca: Sambut Zohri Juara, Netizen Nilai Orang Lombok akan Membawa Indonesia Mendunia

"Di babak penyisihan, Lalu Mohd. Zohri catatan waktunya ada di posisi nomor 4 (AS, AS, Jamaika, Indonesia). Catatan waktu pelari AS, 10.19. Memang nggak kepikiran menang." Ungkap pelatih Erwin R. Maspaitella.

Bahkan, karena tidak menjadi unggulan, Zohri sempat kesulitan dan terlihat kebingungan mencari bendera merah putih di lintasan.

"Mengenai bendera. Memang nggak kepikiran sama tim. Mungkin staf kedutaan, kalau panitia pasti ada. Sekali lagi semua kaget," sambung Erwin.

Namun kesulitan mencari bendera tersebut yang dimaksudkan adalah pada saat victory lap setelah kemenangan, bendera untuk di podium dan lagu kebangsaan sudah disiapkan oleh panitia.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor M. Tanjung kepada Warta Kota saat dihubungi lewat telepon, Kamis (12/7/2018) siang.

Baca: Raih Gelar Juara Dunia Lari 100 Meter, Zohri Bangga Cetak Sejarah untuk Indonesia

"Itu bendera buat victory lap. Kalau di panitia sudah ada bendera dan lagu kebangsaan." Ujar Tigor.

Halaman
1234
Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved