Home »

News

» Jakarta

Ahok Bisa Bebas Murni Tergantung Jumlah Remisi

Ia meminta agar tidak beranda-andai soal hitungan remisi dan sisa masa hukuman.

Ahok Bisa Bebas Murni Tergantung Jumlah Remisi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama mengikuti sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4/2017). Sidang tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dari terdakwa dan kuasa hukumnya. 

MANTAN Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dikabarkan dapat bebas bersyarat pada Agustus 2018.

Kabar itu datang dari adik kandung sekaligus kuasa hukumnya, Fifi Lety. Namun, pilihan bebas bersyarat ditangguhkan. Sebab, katanya, Ahok ingin bebas murni.

Lewat akun Instagramnya, @fifiletytjahajapurnama, Fifi menyebut waktu kebebasan Ahok belum dapat dipastikan. Sebab, remisi atau pengurangan masa hukuman yang diberikan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia belum dapat diketahui jumlahnya.

Baca: Meski Kalah 1-2, Timnas Indonesia U-19 Sukses Bobol Keperawanan Gawang Thailand

"Hari ini ramai wa dan tlp semua tanya hal Yg sama, apa betul sebenarnya Pak Ahok bisa bebas bersyarat bulan Agustus? Jawabnya Iya benar tetapi beliau @basukibtp putuskan utk tdk ambil. Biar tunggu sampai bebas murni saja," tulis FIfi lewat akun @fifiletytjahajapurnama pada Rabu (11/7/2018).

Selain itu, dirinya pun meminta agar para pendukung Ahok atau Ahokers bersabar. Ia meminta agar tidak beranda-andai soal hitungan remisi dan sisa masa hukuman.

"Soal hitungan bebas murni Nanti lah awal Agustus uda dapat kepastian hitungannya, karena tergantung dapat remisi berapa bulan baru lah saya post lagi ya Di sini. Silakan di tunggu aja dan Yg mau kutip silakan saja," jelasnya.

"Oh ya bagi Yg ngotot uda hitung2 ya Aku pikir Daripada berandai2 kita tunggu aja hitungan Yg pasti di agustus. Trims ya Atas semua perhatian dan doanya. Gbu all#ahokers #ahokbebas#basukibtp," tulis Fifi lagi. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help