PPDB Bekasi

Warga Keluhkan Sistem Zonasi yang Tidak Adil, Begini Jawaban Kadisdik Kota Bekasi

"Kebijakan ini sangat baik sebagai strategi percepatan pemerataan pendidikan. Tujuan agar tidak ada lagi sekolah favorit."

Warga Keluhkan Sistem Zonasi yang Tidak Adil, Begini Jawaban Kadisdik Kota Bekasi
m18/Muhamad Azzam
Orangtua calon siswa mendatangi SMPN 1 Kota Bekasi, di Bekasi Timur, untuk melakukan pendaftaran PPDB online gelombang kedua, Selasa (10/7/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Warga menilai, sistem zonasi dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dinilai tidak adil dan merugikan.

Sistem itu dianggap menghalangi calon siswa yang memiliki Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi dikalahkan calon siswa dengan penambahan skor karena rumahnya dekat dengan sekolah.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi menjelaskan, pihaknya menerapkan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Zonasi ini sudah diterapkan dari tahun 2017, semua daerah harus memprioritaskan anak bersekolah yang dekat dengan rumahnya,"
ujarnya saat dihubungi Warta Kota, Rabu (11/7/2018).

"Kebijakan ini sangat baik sebagai strategi percepatan pemerataan pendidikan. Tujuan agar tidak ada lagi sekolah favorit, semua sekolah sama kualitasnya," katanya lagi.

Baca: Hadapi Keluhan Orangtua karena PPDB Bermasalah, Wanita Ini Tak Pulang Sejak Jumat Pekan Lalu

Ali mengklaim bahwa petunjuk teknis sistem zonasi dalam PPDB Online Kota Bekasi lebih bagus dan ukuran jelas. Hal itu disebabkan karena sistem menggunakan standar nilai.

Terlebih proses rekruitmen peserta didik melalui mekanisme adil dengan mengedepankan asas obyektivitas, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan kompetitif.

"Setiap daerah memiliki ketentuan masing-masing. Untuk di Kota Bekasi ini justru bagus jadi calon peserta mau masuk jalur apa pun tetap dilihat dari standar nilainya,"katanya.

"Seperti jalur Maslahat Guru tetap dilihat standar nilainya begitu juga jalur afirmasi dan zonasi sehingga proses seleksi jelas dan transparan," kata Ali.

Dia menjelaskan, besaran penambahan skor pada sistem zonasi ini sudah melalui musyawarah jajaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi, seluruh sekolah, dan unsur masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help