Sipensil 3 in 1 Bantu Warga Sawah Besar Pantau Kesehatan Pasien Penyakit Kronis

RSUD Sawah Besar Jakarta Pusat membuat terobosan pengembangan pelayanan bagi pasien yang baru sembuh dari penyakit kronis.

Sipensil 3 in 1 Bantu Warga Sawah Besar Pantau Kesehatan Pasien Penyakit Kronis
Warta Kota/Rangga Baskoro
Direktur RSUD Sawah Besar drg Suzy Freud (kiri) menunjukkan program Sipensil 3 in 1 yang merupakan terobosannya di bidang pelayanan pasien penyakit kronis. 

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawah Besar Jakarta Pusat melakukan inovasi terobosan dalam pengembangan pelayanan Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien yang sudah sembuh dari penyakit kronis, namun masih membutuhkan pemantauan kesehatan.

Direktur RSUD Sawah Besar, drg Suzy Freud selaku project leader aplikasi yant diberi nama 'Sipensil 3 in 1' mengatakan, aplikasi berbasis web tersebut bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Rumah Sakit Sawah Besar dan BPJS dengan tujuan 4T, yakni terdata, terpantau, terevaluasi dan terlapor.

Pihaknya juga dibantu oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dr Susi Setiawati setelah mendapatkan pengarahan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta.

"Pasien penyakit kronis seperti diabetes, asma, hipertensi, PPOK, dan stroke setelah kondisinya stabil, dikembalikan ke FKTP Puskesmas untuk kontrol kesehatan selama 1 bulan sekali dalam kurun waktu 3 bulan. Kemudian pada bulan keempat, pasien diwajibkan untuk melakukan pengecekan kembali ke rumah sakit kami," ujar Suzy saat ditemui Warta Kota, Rabu (11/7/2018).

Setelah pasien penyakit kronis dinyatakan stabil usai di rawat di RSUD Sawah Besar, petugas rumah sakit akan mencatat rekam medis di aplikasi di dalam laman sipensil.rsudsawahbesar.com.

FKTP seperti puskesmas di tingkat kelurahan sekitar Sawah Besar dan apotek Sana Farma bisa mengakses data tersebut untuk memudahkan pemantauan terhadap pasien.

"Di sana akan tercatat pasien mana saja yang membutuhkan rujuk balik. Di dalam web akan terlihat pula pasien yang harus diingatkan untuk melakukan kontrol, seminggu sebelum rujuk balik, petugas FKTP tersebut bisa menelpon atau mendatangi alamat pasien tersebut," ungkapnya.

Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan atas dasar temuan bahwa penyakit infeksi berpotensi berkembang menjadi penyakit kronis apabila pasien tersebut tidak melakukan rujuk balik.

Terlebih lagi RSUD Sawah Besar cukup banyak merawat pasien yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes.

"Dalam hal ini, kami banyak menerima pasien dengan keluhan hipertensi dan diabetes. Sedangkan kalay sudah berubah menjadi kronis membutuhkan penanganan yang cukup panjang," kata Suzy.

Sejak diluncurkan pada pertengahan Mei, cukup banyak pasien yang dilayani 'Sipensil 3 in 1'. Ia mencatat sebanyak 100 persen pasien melakukan rujuk balik pada bulan Mei.Namun persentasenya menurun pada bulan Juni menjadi 86,6 persen karena banyaknya pasien yang mudik saat Lebaran.

"Aplikasi ini hanya berlaku bagi pasien BPJS dan non-BPJS yang ditangani oleh RSUD Sawah Besar. Kedepannya, kami akan bekerjasama dengan puskesmas-puskesmas di kelurahan sekitar Gambir," ucapnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved