Selain Indung Telur, Usus Buntu Klien Hotman Paris Juga Dibuang Tanpa Izin

Selain harus kehilangan dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan, Selvy juga kehilangan organ tubuhnya yang lain.

Selain Indung Telur, Usus Buntu Klien Hotman Paris Juga Dibuang Tanpa Izin
Tangkapan layar Instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris dan seorang wanita muda usia 28 tahun yang diduga korban malapraktik oknum dokter sebuah rumah sakit di Jakarta Barat, saat berada di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu (1/7/2018). 

SELAIN harus kehilangan dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan, ternyata Selvy yang menjadi korban dugaan malapraktik oleh dokter Hardi Susanto di Rumah Sakit Grha Kedoya Jakarta Barat, juga harus kehilangan organ tubuhnya yang lain.

Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum Selvy, Hotman Paris Hutapea saat jumpa pers usai bertemu manajemen RS Grha Kedoya pada Selasa (10/7/2018) sore.

"Ada kedua lagi usus buntunya juga diambil tanpa izin. Kan ngomongnya gampang aja. Dia bilang kayak gini, aku ambil sebagai bonus. Saya nggak tahu mau dibikin capcay goreng apa?" Demikian kata Hotman Paris.

Menurut keterangan Selvy, beberapa hari kemudian usai check out dari RS Grha Kedoya, dokter Hardi Susanto membeberkan alasannya membuang usus buntu Selvy.

"Usus buntu juga diambil. Katanya usus buntu itu nggak ada gunanya," ucap Selvy.

Kejadian bermula pada Senin (20/4/2015) ketika Selvy usai melaksanakan olahraga Muaythai. Korban yang merasakan ada gangguan dalam tubuhnya terutama di bagian perut kemudian memutuskan untuk datang ke RS Grha Kedoya.

Setelah check in dan bertemu dokter internist sekitar pukul 02.00 WIB Selasa (21/4/2015), dokter menyarankan agar Selvy melaksanakan Ultrasonografi (USG) untuk mengetahui penyebab gangguan pada perut korban.

Hasil USG menunjukkan adanya indikasi penyakit kista. Dokter internist itu lalu merekomendasikan Selvy ke bagian kandungan untuk bertemu dokter Hardi Susanto.

Selasa pagi dokter terduga malapraktik itu melakukan operasi kista terhadap korban. Empat hari kemudian, sang dokter memberitahu bahwa ia telah mengambil dua indung telur Selvy dengan alasan berpotensi kanker.

Padahal, dokter Hardi Susanto dan pihak RS Grha Kedoya belum pernah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap Selvy. Sehingga potensi kanker yang dikatakan dokter tersebut hanya berdasarkan pada perkiraan saja.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved