Sebanyak 102 Warga Tak Punya KTP DKI Ada di RW 05 Tanjung Duren

Operasi biduk digelar untuk mengecek pendatang baru yang tinggal di ibu kota, tapi ada aturan kependudukan.

Sebanyak 102 Warga Tak Punya KTP DKI Ada di RW 05 Tanjung Duren
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Mereka datangi satu persatu ke rumah warga dan meminta agar memperlihatkan KTP yang dimiliki. 

OPERASI bina kependudukan (biduk) kini digelar di Kawasan RW 005 Kelurahan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tepatnya di Lapangan Adem Ayem, Rabu (11/7/2018).

Ada 102 warga yang tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta Barat.

Terpantau, jajaran Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudindukcapil) Kota Jakarta Barat, menyambangi RW 05 Kelurahan Tanjung Duren.

Mereka datangi satu persatu ke rumah warga dan meminta agar memperlihatkan KTP yang dimiliki.

Warga masih ber-KTP daerah, tak mempunyai KTP, atau Surat Keterangan Domisi Sementara (SKDS) masa berlakunya habis, langsung para petugas mengarahkannya untuk mengurus ke petugas administrasi kependudukan, di lokasi.

Tidak hanya itu, banyak juga warga yang telah memiliki KTP DKI Jakarta.

"Ada 102 orang memiliki yang tak berdomisili DKI Jakarta, namun sudah lama tinggal di DKI Jakarta. Warga ini lah yang harus kita arahkan kepetugas agar segera mengurus administrasi kependudukannya. Para warga yang mengurus itu kooperatif. Kebanyakan, mereka datangi ke Jakarta untuk sekolah, dan mencari pekerjaan yang layak," papar Pelaksana tugas (Plt) Sudin Dukcapil Jakarta Barat, Edi Supriadi.

Edi menambahkan, pihaknya telah menggelar 5 dari 12 kali kegiatan bduk sebelum lebaran. Sementara, pasca lebaran, operasi serupa itu digelar secara serentak di delapan kecamatan se-Jakarta Barat pada tanggal 11 dan 18 Juli 2018.

"Operasi biduk, merupakan pelayanan jemput bola bagi warga. Bagi pendatang yang selama ini tidak sempat mengurus surat keterangan domisili sementara bisa dilayani. Namun kalau mereka ingin menetap tinggal di Jakarta Barat, tetap urus perpindahan kependudukannya dari daerah asal," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan, operasi biduk diharuskan rutin digelar.

Apalagi di momen pasca Lebaran tahun ini.

"Operasi biduk digelar tujuan untuk mengecek pendatang baru yang tinggal di ibu kota, tapi ada aturan kependudukan yang berlaku. Untuk tak menjadi bebannya Jakarta. Kami pun juga harus tahu, tujuannya apa datang dan tinggal di Jakarta. Jangan jadi pengangguran lah," ujar Rustam.

Sementara, salah seorang warga setempat, Ija (30), mengakui jika petugas langsung arahkan dirinya untuk urus administrasi kependudukan. Tidak hanya itu, saat operasi biduk ia mengaku ketakutan jika petugas mengusir serta diminta pulang ke kampung halaman.

"Saya tinggal di Tanjung Duren empat bulanan ya. Asal dari Solo Jawa Tengah. Datang ke sini memang saya mau nyari kerja sebenarnya dan belum sempat urus KTP juga. Sibuk bantu ibu saya jualan nasi uduk. Makanya engga sempat juga urusnya," katanya.

Ia menambahkan, "Saya kira petugas biduk itu galak-galak. Kepikiran juga wah pasti sayanya disuruh minggat nih dari Jakarta. Ternyata, tak begitu. Malah ramah, dan saya diarahkan baik-baik semua. Ini saya dibuatkan SKDS," ujarnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved