Aksi Perampokan

Melawan Polisi, Pelaku Begal Motor Ditembak Mati di Jatiuwung Kota Tangerang

"Mereka variatif tidak melihat korbannya. Tak hanya perempuan yang dijadikan korban," kata Harry.

Melawan Polisi, Pelaku Begal Motor Ditembak Mati di Jatiuwung Kota Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan (ketiga dari kanan), membeberkan barang bukti aksi begal motor saat gelar perkara di RSUD Tangerang, Rabu (10/7/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Satu pelaku pembegalan, EN (18), ditembak petugas  Polrestro Tangerang lantaran berupaya melukai petugas. Sedangkan dua pelaku lainnya, YO (17) dan Opang (28), diringkus aparat.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan menjelaskan, tiga pelaku perampokan motor yang dibekuk yakni YO, EN, dan Opang.

YO ditangkap polisi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sedangkan EN diamankan di Jatiuwung, Kota Tangerang, dan Opang diringkus di Serang beberapa hari lalu.

YO dan EN berperan sebagai eksekutor perampokan. Sedangkan, Opang berperan sebagai penadah dari motor rampokan yang dilakukan kedua eksekutor tersebut.

Baca: Dua Spesialis Curanmor Sekaligus Penadah Ditangkap di Bekasi

"Pada saat kami tangkap, kami lakukan pengembangan ke salah satu pelaku lainnya yang masih dalam pencarian yaitu AR," ucap Harry, di RSUD Tangerang, Rabu (11/7/2018).

"Tapi pelaku EN melakukan perlawanan kepada petugas dan kami langsung berikan tindakan tegas terukur," ujar Harry lagi.

Menurut Harry, para pelaku yang merupakan jaringan Lampung ini tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam dan senjata api.

Para pelaku kerap melancarkan aksinya di wilayah Neglasari, Benteng Kota dan Jatiuwung, Kota Tangerang.

"Modusnya pelaku tidak segan melukai korbannya. Tersangka juga memepet dan mengambil motor milik korban," ucapnya.

Baca: Otak Curanmor Tangerang Tewas Ditembak Polisi

Para pelaku pun tidak pernah memilih-milih identitas yang akan dijadikan sebagai korbannya. Pelaku beraksi karena ada kesempatan.

"Mereka variatif tidak melihat korbannya. Tak hanya perempuan yang dijadikan korban," kata Harry.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 9 unit kendaraan sepeda motor dengan berbagai jenis, 7 STNK asli, serta 2 alat kejahatan seperti kunci letter T dan magnet.

"Kedua pelaku yang masih hidup kami kenakan Pasal 363 yaitu pencurian dengan pemberatan dan 480 yaitu penadahan dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara," ujar Harry.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved