Masyarakat Pesimis Trotoar Rapi Akhir Bulan

Pemprov DKI Jakarta sedang berpacu dengan waktu mengerjakan trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin-Sudirman.

Masyarakat Pesimis Trotoar Rapi Akhir Bulan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7). 

PEMPROV DKI Jakarta sedang berpacu dengan waktu mengerjakan trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin-Sudirman.

Hal itu dilakukan guna mempercantik ruas jala protokol tersebut sebelum digelarnya Asian Games 2018, pertengahan Agustus mendatang.

Pantauan Warta Kota, jalur pejalan kaki yang sedang dikerjakan terpantau dari titik di depan Sarinah, Jalan MH Thamrin. Sejumlah bahan baku terlihat diletakkan dipinggir jalan.

Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7).
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Banyak pula petugas proyek yang terpantau sedang mengerjakan ruas jalan tersebut menggunakan alat-alat berat.

Trotoar sepanjang kurang lebih 10 meter dikerjakan oleh 5 orang pekerja.

Hal serupa terjadi di sepanjang jalan hingga menuju ke depan Ratu Plaza.

Pengerjaan trotoar juga terus dilakukan di dekat titik Stasiun MRT yang pengerjaannya belum rampung, seperti di Stasiun Bundaran HI, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Setiabudi dan Dukuh Atas.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengerjaan trotoar akan rampung pada akhir Juli. Meski begitu, masyarakat menilai hal tersebut sulit untuk bisa dicapai.

"Katanya kan konsepnya mau ada spot kesenian dan kebudayaan. Bagus sih, tapi kalau siang-siang enggak kebayang sih nanti kayak apa. Namanya pinggir jalan kan pasti berdebu ya, enggak ada yang nonton dong nanti?" ujar Anwar (43) seorang pejalan kaki di Jalan MH Thamrin, Rabu (11/7).

Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7).
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Sementara itu, Diana (36) meragukan konsep yang diusung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tersebut. Ia menilai adanya spot kegiatan seni dan kebudayaan berpotensi menghadirkan para PKL.

"Kalau ada yang nonton pentas itu, otomatis pasti banyak yang berjualan. Ya sama aja dong dikuasai PKL lagi kalau nanti seperti itu," katanya.

Ia pun meragukan bahwa pengerjaan trotoar akan rampung pada akhir Juli. Pasalnya masih banyak ruas pejalan kaki yang dibatasi oleh beton-beton terutama di dekat stasiun-stasiun MRT.

"Ini jalur pejalan kakinya saja kecil sekali, bagaimana mau merapihkan trotoar kalau stasiunnya saja belum rampung? Lebih baik jangan terburu-buru. Daripada terkesan dipaksakan jadi," ungkapnya. (abs)

Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7).
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7). (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7).
Trotoar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin tampak masih dalam proses pekerjaan dan belum rapi, Rabu (11/7). (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved