PPDB 2018

Lihat Warga Urus Surat Miskin Pakai Motor 250 CC, Pria Ini Lapor Polisi

banyak pendaftar yang mencabut pendaftaran kemudian melakukan pendaftaran kembali dengan melampirkan SKTM

Lihat Warga Urus Surat Miskin Pakai Motor 250 CC, Pria Ini Lapor Polisi
Kompas.com
Priyanto Muda Prasetya (45), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menunjukkan berkas pelaporan dugaan kecurangan penerbitan SKTM, Selasa (10/7/2018).‎(KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO) 

Priyanto Muda Prasetya (45), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menduga ada yang tidak beres dalam penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Merasa geram, Priyanto pun lantas melaporkan kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan SKTM itu ke Kepolisian Resor Blora.

"Kemarin saya melaporkan kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan SKTM ke Polres Blora," kata Priyanto kepada Kompas.com, Selasa (10/7/2018).

Dijelaskan Priyanto, kecurigaannya bermula ketika putranya, Gilang Wardana mengikuti proses seleksi masuk PPDB di SMKN 1 Blora.

Saat itu, Priyanto tidak menyertakan SKTM karena kondisi perekonomian yang berkecukupan.

Awalnya anaknya itu dinilai bakalan lolos diterima menjadi siswa SMKN 1 Blora lantaran semua persyaratan, termasuk nilai akhir dianggapnya sudah masuk kriteria.

"Namun di hari berikutnya, anak saya tiba-tiba berada di urutan terbawah.

Nilai akhir anak saya padahal 20, kalah dengan pendaftar yang menyertakan SKTM. Meski nilai 17 dan 18, tapi jika menggunakan SKTM peringkatnya berada di atas anak saya. Saya kemudian cabut pendaftaran anak saya dan pindahkan ke ponpes. Susah daftar di sekolah negeri," kata Priyanto yang berprofesi sebagai seorang kontraktor ini.

Menurut Priyanto, nyaris 100 persen pendaftar di SMKN 1 Blora dari hari ke hari menyertakan SKTM. Dari kondisi itulah, Priyanto mengaku mulai merasakan ada sesuatu yang janggal.

"Bahkan banyak pendaftar yang mencabut pendaftaran kemudian melakukan pendaftaran kembali dengan melampirkan SKTM. Selain itu saya juga melihat banyak warga yang mengajukan SKTM di kelurahan. Ada yang punya mobil, motor 250 cc mendaftar menyertakan SKTM. Ini kan aneh?" kata Priyanto.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help