Hati-hati Bila Anak Cepat Lelah, Jangan Anggap Sepele

Sampai saat ini belum terdapat riset yang menemukan penyebab pasti penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak.

Hati-hati Bila Anak Cepat Lelah, Jangan Anggap Sepele
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi anak-anak bermain. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Sampai saat ini belum terdapat riset yang menemukan penyebab pasti penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak.

Sejauh ini PJB baru sebatas dikenali dari faktor risiko seperti kondisi genetik, namun hal tersebut tidak menjamin dapat mendeteksi penyakit lebih dini.

Baca: Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Kondisi itu amat disayangkan, karena menurut dokter spesialis kesehatan anak dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr Rubiana Sukardi SpA, ditemukan beberapa kasus baru per tahun dan perlu tindakan segera.

"Orangtua perlu memperhatikan kesehatan anak seperti apakah anak sering merasa lelah bila bermain dan nafas tampak sesak. Bila hal ini ditemukan, maka perlu segera lakukan kontrol ke dokter anak. Pernah waktu itu menemukan anak penderita penyakit jantung bawaan yang detak jantungnya melemah," kata Rubiana beberapa waktu lalu.

Rubiana mengatakan, terdapat dua jenis PJB yaitu acyanotic (tidak biru atau pink) dan cyanotic (biru).

Baca: Mungkinkah Anda Punya Penyakit Jantung? Ini Tanda-tandanya

Asianotik lebih kepada hubungan antara ruang jantung abnormal.

Selain itu terdapat sumbatan pada pembuluh darah paru atau sistemik.

Sedangkan tipe Sianotik, aliran darah ke paru-paru berkurang.

"Kelainan pada tipe biru atau sianotik lebih kompleks lagi. Efeknya dapat menimbulkan gejala pada organ tubuh yang lain. Oleh karena itu perlu diagnosis seperti pemeriksaan fisis atau pulse oximetry, rontgen dada atau EKG, echocardiogram, cardiac catheterization, dan MRI," katanya.

Baca: Penyakit Jantung Bawaan dan Cara Mengantisipasinya

Dokter Unit Pelayanan Jantung Terpadu RSCM itu menyarankan agar selama dalam masa kandungan, ibu hamil melihat fungsi organ tubuh saat dilakukan USG.

Tidak hanya mengamati jenis kelamin bayi. Hal ini guna dapat mengenali penyakit lebih awal.

"SDM yang mampu melakukan operasi jantung anak masih minim. Hanya ada di beberapa kota saja. Terkadang dokter di pusat harus ke daerah untuk melakukan penanganan. Sehingga dianjurkan bagi ibu hamil rutin lakukan pemeriksaan. Mengingat kromosom genetik prosentasenya besar," katanya. 

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help