Hanya 17 Ribu Orang, Pendatang Baru di Jakarta Utara Mengalami Penurunan

Lebih dari 17 ribu pendatang baru usai libur Lebaran 2018 menjadi sasaran pelayanan Biduk Sudin Dukcapil Jakut

Hanya 17 Ribu Orang, Pendatang Baru di Jakarta Utara Mengalami Penurunan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sudin Dukcapil Jakut gelar layanan biduk di Kantor RW 05, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (11/7). 

LEBIH dari 17 ribu pendatang baru usai libur Lebaran 2018 menjadi sasaran pelayanan Bina Kependudukan (Biduk) Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma ikut hadir di Kantor RW 05, di Jalan Pademangan II, Gang 13, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara.

Sudin Dukcapil Jakut gelar layanan biduk di Kantor RW 05, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (11/7).
Sudin Dukcapil Jakut gelar layanan biduk di Kantor RW 05, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (11/7). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Puluhan petugas melakukan pemantauan di permukiman padat penduduk.

Dhany mengatakan dalam layanan biduk tersebut petugas akan melayani seluruh warga yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan, selain memberikan pendataan dan memberikan layanan bagi pendatang baru.

“Bagi pendatang baru yang belum melaporkan diri, kita akan beri SKDS (Surat Keterangan Domisili). Kita juga melayani pembaharuan data kependudukan seperti kartu keluarga dan akte kelahiran,” ujar Dhany, Rabu (11/7).

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara Erik Polim Sinurat mengatakan sejauh ini ada sebanyak 17.811 jiwa pendatang baru di wilayah Jakarta Utara selama periode 2018.

Jumlah itu mengalami penurunan 25,63 persen dibanding tahun 2017.

“Jumlah ini berkurang dibandingkan pendatang tahun lalu sebanyak 20 ribu pendatang. Secara proporsional pendatang di Jakarta Utara memiliki persentase 25,63 persen dari keseluruhan pendatang di DKI sebesar 69.479 orang,” kata Erik.

Menurut Erik, dari total 17.811 orang tersebut, didominasi oleh warga Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan para pekerja yang banyak diserap oleh konveksi, rumah makan, toko, dan industri kecil dan menengah.

Sementara itu terkait operasi biduk di wilayah RW 05, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, tercatat sekitar 750 jiwa pendatang baru.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 jiwa diantaranya dibuatkan SKDS.

“Jadi bina kependudukan ini bersifat sosialisasi, sekaligus membuatkan SKDS bagi pendatang baru. Seluruh pembuatan SKDS gratis, hanya butuh syarat foto copy KTP, pas foto dan surat keterangan RT/RW,” katanya.

Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra yang bertindak sebagai pembina apel menyampaikan agar pendatang baru yang sudah bekerja di wilayah Jakarta Utara untuk melaporkan diri sebagai pendatang baru.

“Saya juga mengimbau agar para pendatang baru aktif melaporkan diri dan membuat SKDS melalui RT/RW dan kelurahan setempat. Dipastikan pembuatan SKDS tidak dipungut biaya,” tegasnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved