Diprediksi Ada 18 Ribu Pendatang Baru Kepung Jaksel

Ratusan pendatang baru berbondong-bondong datang ke lokasi di Jalan Masjid Muyassarin di RW 01 Cipulir.

Diprediksi Ada 18 Ribu Pendatang Baru Kepung Jaksel
Warta Kota/Feryanto Hadi
Berdasarkan data yang masuk, tahun ini ada peningkatan jumlah pendatang baru di Jakarta. Jika tahun 2017 lalu jumlah pendatang baru sekitar 60.000, tahun ini berdasarkan perhitungan, jumlah pendatang baru naik menjadi 70.000 orang. 

PIHAK Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan menggelar Gebyar Bina Kependudukan (Biduk) di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan untuk mendata para pendatang baru usai momentum Hari Raya Idul Fitri.

Ratusan pendatang baru berbondong-bondong datang ke lokasi di Jalan Masjid Muyassarin di RW 01 Cipulir untuk membuat Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS), Rabu (11/7/2018) petang.

Selain itu, pada malam harinya, petugas juga datang ke rumah-rumah warga, termasuk rumah kos dan kontrakan, untuk mencari pendatang baru dan meminta mereka membuat SKDS.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah mengatakan, kegiatan Biduk sangat penting untuk mengetahui sebaran pendatang baru yang datang ke Jakarta Selatan.

"Bukan untuk ditindak, melainkan ini supaya lebih tertib administrasi. Petugas di tiap kelurahan siap melayani. Ini supaya pendatang baru juga tenang hidup di Jakarta," ujarnya di sela acara, Rabu.

"Jakarta bukan kota ekslusif atau tertutup. Siapa saja boleh mengaku punya Jakarta, karena Jakarta adalah Ibukota negara. Tapi, sebelum masuk ke Jakarta urus dulu syarat lengkap untuk administrasi kependudukan," imbuhnya.

Marullah menyatakan, berdasarkan data yang masuk, tahun ini ada peningkatan jumlah pendatang baru di Jakarta. Jika tahun 2017 lalu jumlah pendatang baru sekitar 60.000, tahun ini berdasarkan perhitungan, jumlah pendatang baru naik menjadi 70.000 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 persen atau sekitar 18.000 berada di Jakarta Selatan.

Sebagian pendatang baru bekerja di sektor formal namun sebagian besar bekerja pada sektor non formal.

"Orang ke Jakarta ada yang untung-untungan, banyak juga yang punya ketrampilan. Ada yang kapok hidup di Jakarta setelah tahu kerasnya hidup di sini, adapula yang tidak mau pulang karena mendapatkan pekerjaan yang enak," katanya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved