Home »

News

» Jakarta

Antisipasi Kegiatan Terorisme, Pemkot Jakarta Pusat Gelar Bina Kependudukan di Apartemen

Setelah ada penggrebekan rumah kontrakan terduga teroris, Pemkot Jakarta Pusat gelar bina kependudukan.

Antisipasi Kegiatan Terorisme, Pemkot Jakarta Pusat Gelar Bina Kependudukan di Apartemen
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menggelar operasi bina kependudukan (biduk) di Apartemen Pesona Bahari dan Best Western, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018). 

WARTA KOTA, SAWAH BESAR---Baru-baru ini Densus 88 menggeledah kontrakan terduga teroris di RT 04 RW 04, Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ditemukan banyak replika senjata di kontrakan yang dihuni oleh terduga teroris berinisial S tersebut.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menggelar operasi bina kependudukan (biduk) di Apartemen Pesona Bahari dan Best Western, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Baca: Operasi Bina Kependudukan di Cempaka Putih, Dua Pasangan Kumpul Kebo Terjaring

Operasi yang digelar dari pukul 15.00-18.00 WIB tersebut dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara yang didampingi oleh Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat, Remon Mastadian.

"Seperti kejadian di Kemayoran kemarin. Mereka sebenarnya hanya mengontrak. Ini salah satu bentuk antisipasi kami juga. Bukan berarti permukiman padat penduduk itu didiami oleh teroris, bisa saja kan di apartemen juga," kata Bayu.

Pihaknya mengerahkan sebanyak 123 anggota gabungan dari unsur Imigrasi, Dinas dan Sudin Dukcapil, Sudin Sosial, PTSP, Sudin Perumahan, Kominfo, Satpol PP, TNI, dan Polri beserta tokoh masyarakat yang didampingi unsur kelurahan dan kecamatan.

Mereka dibagi menjadi tujuh regu yang bertugas mendatangi apartemen warga guna menanyakan kelengkapan administrasi kependudukannya.

Baca: Hanya 17 Ribu Orang, Pendatang Baru di Jakarta Utara Mengalami Penurunan

Bayu menyatakan kegiatan biduk dilakukan juga atas permintaan pihak pengelola gedung yang menginginkan agar pemilik apartemen mengetahui kelengkapan administrasi kependudukan warganya.

"Kenapa di apartemen? Karena permintaan pihak apartemen juga yang menginginkan agar biduk digelar di sini. Karena apartemen ini milik pribadi, administrasi kependudukkannya tentu saja jadi tanggung jawab pengelola," katanya.

Sementara itu, Remon mengatakan, terdapat sebanyak 161 orang yang menempati Apartemen Pesona Bahari, 53 orang di antaranya dilayani Sudin Dukcapil untuk dibuatkan SKDS.

Baca: Diprediksi Ada 18 Ribu Pendatang Baru Kepung Jaksel

"Sedangkan kami juga mendata ada 17 orang WNA yang tinggal di sini. Terdapat 1 orang yang mengantungi kartu izin tinggal tetap (Kitap), 11 orang yang mengantungi kartu izin tinggal terbatas (Kitas), tiga orang mengantungi surat keterangan tempat tinggal (SKTT) dan dua orang visa kunjungan wisata," kata Remon.

Seorang warga yang mengantungi KTP asal Pontianak bernama Mei (39) mengatakan belum berniat untuk mengganti KTP Jakarta, meski sudah tiga tahun menempati apartemen itu.

"Keluarga saya masih banyak di Pontianak, jadi sepertinya belum ada niatan untuk pindah tetap di Jakarta," kata Mei.

Oleh sebab itu, petugas Sudin Dukcapil Jakarta Pusat menerbitkan SKDS kepada Mei setelah mencatat data diri yang tertera di KTP-nya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help