PPDB 2018

Tak Lolos Gelombang 1, Puluhan Orangtua Siswa Datangi SMPN 01 Kota Bekasi

"Ya memang tidak terlalu ramai karena memang ini kan gelombang kedua, ditambah banyak yang melakukan pendaftaran mandiri."

Tak Lolos Gelombang 1, Puluhan Orangtua Siswa Datangi SMPN 01 Kota Bekasi
m18/Muhamad Azzam
SEJUMLAH orang tua siswa mendatangi SMPN 01 Kota Bekasi di Bekasi Timur untuk melakukan pendaftaran PPDB online gelombang kedua, Selasa (10/7/2018). 

SEJUMLAH orang tua murid mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Kota Bekasi di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (10/7/2018).

Pantauan Warta Kota, para orang tua murid itu sudah datang sejak pukul 08.00.

Mereka yang datang langsung diarahkan untuk mengisi daftar hadir sebelum akhirnya masuk ke ruang kelas untuk melakukan pendaftaran serta konsultasi ataupun pengecekan.

Ketua Panita PPDB online SMPN 01, Susi Widia Hesti mengatakan hari ini merupakan hari pertama pendaftaran gelombang kedua PPDB online khusus jalur zonasi.

SEJUMLAH orang tua siswa mendatangi SMPN 01 Kota Bekasi di Bekasi Timur untuk melakukan pendaftaran PPDB online gelombang kedua, Selasa (10/7/2018).
SEJUMLAH orang tua siswa mendatangi SMPN 01 Kota Bekasi di Bekasi Timur untuk melakukan pendaftaran PPDB online gelombang kedua, Selasa (10/7/2018). (m18/Muhamad Azzam)

Hingga pukul 12.00 sudah ada 133 yang mendaftar di SMPN 01.

Sedangkan yang mendaftar langsung ke sekolah sebanyak 26.

"Ya memang tidak terlalu ramai karena memang ini kan gelombang kedua, ditambah banyak yang melakukan pendaftaran mandiri," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk kursi kosong masih ada 82 dari total total kuota 342.

"Saat tahap 1 baru terisi 260 kursi. Jadi masih ada 82 kursi," sambungnya.

Susi menambahkan para orangtua yang datang dikarenakan anaknya tidak lolos pada tahap pertama.

"Ini kan mereka yang tidak lolos, daftar kembali khusus zonasi yang disediakan Disdik Kota Bekasi," katanya.

Marnah, orang tua siswa, mengaku mendatangi SMPN 01 untuk melakukan pendaftaran karena gagal di tahap pertama.

"Saya awalnya ngga masuk jalur umum dan zonasi gagal ketendang di tahap pertama di SMPN 11 Aren Jaya. Jadi ini coba daftar lagi siapa tau lolos," ujarnya.

Marnah yang anaknya berasal dari SDN 05 Duren Jaya, mengaku pendaftaran melalui PPDB online sedikit rumit.

"Ya sebenarnya praktis online gitu, tapi sistem-sistem zonasi begini yang jadi rumit. Ya saya berusaha aja lagi masukin anak sekolah di negeri. Kalau kegeser dan gagal ya udah terpaksa sekolah ke Swasta,"paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help