Harga Telur Naik, Yatmi Pilih Tahu Tempe

Sri tidak tahu pasti alasan kenaikan telur, padahal pasokan ke para pedagang sejauh ini tidak ada masalah.

Harga Telur Naik, Yatmi Pilih Tahu Tempe
Warta Kota/Feryanto Hadi
Teluar di kios penjual telur di Pasar Mampang Prapatan, Selasa (10/7). 

Kenaikan harga telur ayam membuat masyarakat resah, baik pembeli maupun penjual.

Terlebih, mereka tidak melihat akan adanya tanda-tanda penurunan harga dalam waktu dekat ini.

Penjual telur kuatir harga telur yang selangit akan berdampak pada daya beli masyarakat.

Salah seorang penjual telur di Pasar Mampang Prapatan, Sri Muryanti (62), menyatakan, sejak sepekan terakhir harga telur terus melonjak, hingga kini menembus Rp30 ribu per kilogram.

"Sebelumnya Rp22ribu sampai Rp24 ribu per kilogram. Seminggu ini naik bertahap jadi Rp30 ribu per kilogram," kata Sri ditemui Warta Kota, Selasa (10/7).

Meski dagangannya tetap terjual, Sri merasa tidak enak atas berbagai keluhan dari para pembeli.

"Ya awalnya pembeli memaklumi pas naiknya seribu. Tapi sekarang mulai ngeluh. Saya kadang nggak enak jawabnya. Tapi mau bagaimana lagi," ungkapnya.

Sri tidak tahu pasti alasan kenaikan telur, padahal pasokan ke para pedagang sejauh ini tidak ada masalah.

"Katanya sih efek BBM naik. Kalau saya hanya ngikutin harga kulakan saja. Kalau dari sana naik, ya saya ikut naikin biar nggak rugi," ujarnya.

Bagi pembeli, peningkatan harga telur ini menambah beban pengeluaran.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved