Besok, Ortu Siswa Miskin yang Ditolak di SMP Negeri di Depok Gelar Demonstrasi ke Pemkot

Padahal sesuai Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, Pasal 19, kuota 20 persen itu adalah kuota minimal atau paling sedikit.

Besok, Ortu Siswa Miskin yang Ditolak di SMP Negeri di Depok Gelar Demonstrasi ke Pemkot
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah petugas Satpol PP berjaga-jaga di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok, menghalau pengunjung rasa. 

RATUSAN orangtua siswa miskin yang ditolak di SMP Negeri di Kota Depok, akan menggelar aksi unjuk rasa atau berdemonstrasi ke Pemkot Depok, Rabu (11/7/2018) pagi.

Mereka menuntut agar anak mereka, tetap dapat bersekolah di SMP Negeri di Depok.

Sebab, hampir semua sekolah di Depok berpatokan hanya memberi kuota 20 persen bagi siswa miskin.

Padahal sesuai Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, Pasal 19, kuota 20 persen itu adalah kuota minimal atau paling sedikit.

Artinya sekolah diwajibkan memberikan kuota bagi siswa miskin diatas atau melebihi 20 persen.

Sebab sesuai Permendikbud itu, siswa miskin diutamakan untuk dapat bersekolah di sekolah negeri.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan, kepada Warta Kota, Selasa (10/7/2018).

"Jadi para ortu siswa miskin yang sempat mengadu ke kami akan berunjuk rasa ke Pemkot Depok, untuk menuntut hak mereka, Rabu pagi besok," kata Roy.

Roy menyebutkan semua sekolah negeri di Depok termasuk Dinas Pendidikan Kota Depok, telah memelintir bunyi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, Pasal 19.

Dimana dalam Permendikbud itu disebutkan kuota 20 persen bagi siswa miskin adalah kuota minimal atau paling sedikit.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help