Banyak Mobil Parkir Sembarangan, Tiang Pembatas Dipasang di Pinggir Waduk Rawa Badak

Menurut Bunadji, tiang-tiang tersebut sudah dibangun sejak dua minggu lalu. Sebelumnya, hanya dipasang garis sebagai pembatas.

Banyak Mobil Parkir Sembarangan, Tiang Pembatas Dipasang di Pinggir Waduk Rawa Badak
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Tiang pembatas di Jalan K II, RT 05/05, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, untuk menghalangi kendaraan yang parkir sembarangan. 

PEMANDANGAN berbeda terlihat di Jalan K II, RT 05/05, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Ada sejumlah tiang dipasang di pinggir Waduk Rawabadak, yang berfungsi sebagai pembatas antara bahu jalan dengan jalan utama.

Tiang-tiang setinggi kurang dari 50 sentimeter itu terlihat masih baru dengan warna dasar hitam, ditambah kelir jingga dan kuning di bagian atasnya. Jarak antara tiang dengan trotoar berukuran sekira satu meter, dan memanjang hingga 1 kilometer.

Bunadji (68), salah satu warga mengatakan, pemasangan tiang-tiang tersebut dilakukan karena selama ini banyak kendaraan milik warga sekitar yang parkir sembarangan.

Baca: Daus Mini Sempat Beli Baju Berukuran Sama dengan Anaknya

“Kita sudah hilang akal jangan parkir di jalan. Begitu satu parkir, nanti manjang, tahu sendiri lah. Kalau sadar sebenarnya enggak perlu begini juga,” ungkapnya, Selasa (10/7/2018).

Menurut Bunadji, tiang-tiang tersebut sudah dibangun sejak dua minggu lalu. Sebelumnya, hanya dipasang garis sebagai pembatas, namun hal tersebut tidak berpengaruh, dan mobil yang parkir malah semakin berjejer panjang.

“Fungsinya supaya tidak parkir tapi tetap juga. Sekarang kan modelnya gitu, punya mobil enggak punya garasi. Solusi ini sudah berkali-kali kita bicarakan, sulit cari kesadaran masyarakat, dan kebetulan fenomenanya seperti itu,” tuturnya.

Tiang pembatas di Jalan K II, RT 05/05, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, untuk menghalangi kendaraan yang parkir sembarangan.
Tiang pembatas di Jalan K II, RT 05/05, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, untuk menghalangi kendaraan yang parkir sembarangan. (WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN)

Mantan Lurah Rawa Badak Selatan Sutarjo mengatakan, sebenarnya jalur dengan lebar sekitar satu meter itu difungsikan untuk para disabilitas. Namun, fasilitas itu malah diokupansi oleh warga sekitar untuk parkir kendaraan.

“Dari mulai bulan puasa waktu penataan waduk, kan saya rapiin, saya kasih garis, saya kasih pemberitahuan supaya jangan parkir di situ, karena digunakan untuk pejalan kaki dan disabilitas,” papar Sutarjo.

Alhasil, pihaknya mengambil langkah dengan membuatkan tiang-tiang pembatas agar bisa dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas. Apalagi lahan yang selama ini dipakai warga untuk parkir, dipastikan melanggar peraturan.

Baca: Pilkada Serentak 2018, Gatot Nurmantyo: Mari Kita Berpesta, Hargai Persepsi Pilihan Masing-masing

“Namanya orang situ mau parkir, punya mobil enggak punya lahan parkir. Makanya saya kasih pembatas itu. Kalau pagi sore kan ramai, kasihan yang di situ, kan nyaman kalau dikasih itu buat jalan,” jelasnya.

“Minimal hak-hak mereka kita perhatiin, soal mereka mau pakai atau enggak itu persoalan lain. Tapi ketika mereka pakai untuk parkir nginep, di situ menjadi masalah, karena saya anggap di situ bukan untuk garasi. Makanya saya halangin,” sambung Sutarjo. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved