Eksklusif Wartakota

Alasan Starbucks Stop Penggunaan 1 Miliar Sedotan Plastik di Seluruh Jaringannya di Dunia

Starbucks akan menghapus penggunaan sedotan plastik untuk menyeruput kopi di seluruh jaringannya di dunia.

Alasan Starbucks Stop Penggunaan 1 Miliar Sedotan Plastik di Seluruh Jaringannya di Dunia
mirror.co.uk
Minuman Starbucks menggunakan sedotan plastik. Jaringan kedai kopi internasional ini akan menghentikan penggunaan sedotan plastik tersebut di seluruh jaringannya. 

STARBUCKS, salah satu merek yang menguasai jaringan kedai kopi terbesar di dunia ini, mulai menghentikan penggunaan sedotan (straws).

Sedotan plastik selama ini banyak digunakan di sejumlah counter kopi ini untuk menyedot kopi, teh, atau minuman lainnya.

Diharapkan sampai dengan 2020, seluruh jaringan Starbucks di seluruh dunia sudah tidak lagi menggunakan sedotan plastik ini.

Langkah ini diperkirakann akan membantu menghilangkan lebih dari 1 miliar sedotan plastik per tahun.

Baca: Anis Matta Dituding Internal PKS Ingin Bikin Partai Baru, Padahal Ini yang Sebenarnya Terjadi

Baca: 150 Gerai Tutup, Saham Starbuckspun Anjlok

Tindakan manajemen Starbucks ini sekaligus menunjukkan kemenangan bagi para pencinta lingkungan yang berkampanye untuk restoran tersebut agar meninggalkan peralatan plastiknya.

Sebagai gantinya, Starbucks akan menggunakan sedotan yang terbuat dari bahan-bahan alternatif.

Di samping itu juga akan digunakan tutup-tutup tanpa jerami yang dapat didaur ulang.

"Bagi mitra dan pelanggan kami, ini adalah tonggak penting untuk mencapai aspirasi global kami dari kopi berkelanjutan, disajikan kepada pelanggan kami dengan cara yang lebih berkelanjutan," kata CEO Starbucks Kevin Johnson dalam sebuah pernyataan seperti ditulis mirror.co.uk.

Langkah menjauh dari plastik mengikuti pengumuman bulan lalu oleh McDonald's, yang juga berkomitmen untuk beralih ke sedotan kertas di restoran Inggris dan Irlandia pada tahun 2019.

Program Lingkungan Hidup AS memperkirakan bahwa sekitar 8 juta ton plastik dibuang ke laut setiap tahun.

Jumlah ini setara dengan membuang truk sampah penuh plastik setiap menit --yang dapat membunuh burung dan kehidupan laut.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help