Video Salat Berbahasa Indonesia yang Bikin Heboh Ternyata Cuma Kursus untuk Murid SD dan SMP

Namun ia menjelaskan, salat Berbahasa Indonesia tersebut hanya dilakukan saat kursus semata.

Video Salat Berbahasa Indonesia yang Bikin Heboh Ternyata Cuma Kursus untuk Murid SD dan SMP
Tribun Bangka
Ilustrasi 

VIDEO tata cara salat Berbahasa Indonesia yang beredar luas di jagat media sosial pada Senin (9/7/2018), diketahui merupakan postingan ulang.

Video tersebut berasal dari dokumentasi kegiatan 'Kursus Salat dengan Artinya' di Aula KR Jalan P Mangkubumi 40-46, Yogyakarta, pada 29 Juni 2015 silam.

Dikutip dari portal konfrontasi.com berjudul 'Dirut KR Jogjakarta Shalat Dengan Bahasa Indonesia?' pada Senin, 29 Juni 2015, sosok pria yang terekam video tengah mengajarkan anak-anak salat dengan Bahasa Indonesia itu diketahui merupakan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi.

Baca: Video Salat Berbahasa Indonesia Hebohkan Netizen

Kegiatan yang diselenggarakan oleh SKH Kedaulatan Rakyat dengan Yayasan Masjid Syuhada (Yasma) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FKD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, diikuti anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Gun mempraktikkan rukun salat mulai awal, yakni takbiratul ihram atau mengangkat kedua tangan, hingga akhir atau salam, menggunakan terjemahan Bahasa Indonesia.

Namun ia menjelaskan, salat Berbahasa Indonesia tersebut hanya dilakukan saat kursus semata, sebab kewajiban salat sebenarnya tidak diperbolehkan menggunakan Bahasa Indonesia.

Baca: Ini Sembilan Calon Kepala Daerah yang Tak Direstui KPK Mencoblos Saat Pilkada Serentak Hari Ini

"Kalau salat beneran tidak boleh memakai Bahasa Indonesia, harus tetap menggunakan Bahasa Arab sesuai tuntunan yang kita anut selama ini," katanya.

Video kursus salat dengan artinya itu turut diposting Ahmad Luthfie lewat Channel YouTube pribadinya pada 12 Juni 2017. Dalam keterangan video, Lutfie menyebutkan pelatihan bertujuan agar memudahkan memahami arti bacaannya.

"Pelatihan shalat dengan artinya kerjasama SKH Kedaulatan Rakyat dan Baznas DIY. Ini bukan shalat yang sebenarnya, tetapi hanya untuk memudahkan memahami arti bacaannya. Tapi Dirut KR selalu wanti-wanti tidak boleh shalat dengan bacaan selain Bahasa Arab," tulisnya melengkapi video. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved