Tik Tok dan Fenomena Ketenaran Bowo Alpenliebe Berbuah Tik Tok Diblok

Banyaknya fans kecewa lantaran Bowo tak sesuai dengan ekspektasi mereka menyebabkan ia dihujat netizen.

Tik Tok dan Fenomena Ketenaran Bowo Alpenliebe Berbuah Tik Tok Diblok
Tribun Jabar
Bowo yang melambung berkat jadi artis Tik Tok. 

APLIKASI Tik Tok yang tengah 'booming' di kalangan masyarakat terutama di anak-anak remaja mendadak diblokir oleh Kemenkominfo lantaran dinilai terlalu banyak berisi konten negatif.

Aplikasi ini menjadi bumerang bagi artis Tik Tok yang masih duduk di bangku SMP, Bowo Alpenliebe.

Bowo yang awalnya bukan siapa-siapa, mendadak menjadi buah bibir.

Ketenarannya pun dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menggelar acara Meet and Greet dengan biaya Rp 80.000.

Banyaknya fans yang kecewa lantaran Bowo dinilai tak sesuai dengan ekspektasi mereka menyebabkan ia dihujat netizen.

Sindiran bahkan ancaman datang silih berganti hingga membuat orang tuanya keluar dari pekerjaannya karena tak kuat terhadap hujatan netizen.

Ketua KPAI Susanto menjelaskan terdapat fenomena yang terjadi pada anak-anak Generasi Z yang lahir dari tahun 1995 hingga 2014, ketika dengan begitu mudahnya anak-anak mengakses berbagai macam informasi melalui gawainya (handphone).

"Pertama saat ini anak usia sekolah bahkan juga remaja dekat dengan dunia digital memang cukup tinggi maka dengan adanya inovasi-inovasi yang muncul baru ini menjadi pertanda bahwa anak Indonesia dalam sejumlah kasus memang memiliki rasa penasarannya tinggi, rasa ingin mengetahuinya tinggi, rasa ingin melakukan hal-hal yang baru juga tinggi," ujar Susanto di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Sementara itu, Komisioner KPAI Bidang Ponografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan, fenomena tersebut harus diimbangi oleh pengetahuan orang tua mengenai pemahaman menggunakan berbagai macam gadget.

Hal itu penting agar supervisi kepada anak-abak bisa terus dilakukan.

"Hari ini, kita tidak dapat memungkiri bahwa hidup di era digital. Hari ini nggak mungkin kita putuskan atau kita jauhkan. Anak-anak usia belum sekolah pun sudah bisa menggunakan gadget dan smartphone dan sebagainya dan bisa mengakses YouTube, sudah bisa mengakses hal yang lainnya. Jadi hari ini memang fenomenanya ada seperti ini dan ada fenomena lain di mana orang tua tidak siap terhadap kecanggihan seperti pemahaman tentang teknologi sekarang ini," kata Margaret.

Sedangkan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, menyampaikan bullying yang menimpa Bowo menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum cukup siap dan bijak menerima kondisi di mana seseorang bisa dengan cepat terkenal hanya dengan memposting sesuatu di media sosialnya.

"Mari menggunakan media sosial dengan bijak dan bukan untuk anak-anak saja, tapi juga orang tua. Karena tidak tidak layak orang dewasa, orang sudah lebih tua dari Bowo, tapi memaki-maki atau membully Bowo dengan cara-cara yang tidak pantas. Ini pembelajaran untuk bangsa ini, untuk tidak menebar kebencian di medsos, karena anak-anak pengguna ini jadi mencontoh orang orang dewasa yang melakukan bully," kata Retno.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved