Ngeri! Gunungan Sampah di TPA Rawa Kucing Tangerang Nyaris Longsor

Ia merinci, luas area landfill yang dibangun oleh Kementerian PUPR seluas 5,7 hektare, meliputi dua zona, C dan E.

Ngeri! Gunungan Sampah di TPA Rawa Kucing Tangerang Nyaris Longsor
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang. 

VOLUME sampah di Kota Tangerang tiap hari kian meningkat. Tak kurang dari 1.400 ton sampah per hari menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang.

Pantauan Warta Kota di lokasi, sampah-sampah tersebut menumpuk kelebihan muatan. Aromanya pun sangat mengganggu lingkungan sekitar, banyak lalat beterbangan, dan gunungan sampah hampir longsor.

Kondisi tersebut juga diamini Masan, Kasubag Tata Usaha TPA Rawa Kucing. Ia menjelaskan, atas permasalahan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun area pembuangan akhir sampah (landfill) berskala besar.

Baca: Terinspirasi Mahathir Mohamad, Kelompok Ini Minta Amien Rais Turun Gunung Jadi Calon Presiden

"Pada Bulan April lalu proyeknya sudah selesai, tinggal menunggu peresmian dari Pak Presiden saja," ujar Masan kepada Warta Kota di TPA Rawa Kucing, Tangerang, Senin (9/7/2018).

Ia merinci, luas area landfill yang dibangun oleh Kementerian PUPR seluas 5,7 hektare, meliputi dua zona, C dan E.

"Melihat kondisi sampah yang kian menjulang tinggi ke atas, kami sangat mengharapkan agar proyek tersebut bisa diresmikan secepatnya," harapnya.

Baca: Anies Baswedan Minta Warga Tidak Ikut-ikutan Masuk Gorong-gorong Cari Buaya

Masan menyebut, saat ini sampah yang datang, masuk ke landfill A. Padahal, tinggi landfill A sudah mencapai 13 meter.

"Bahaya jika diteruskan, karena ambang batas ada di 20 meter tingginya. Hal tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan seperti longsor dan kebakaran," tutur Masan.

Konsep Agrowisata

Guna menanggulangi penumpukan sampah, Teguh Suripto, salah satu pegawai TPA Rawa Kucing, berencana membangun landfill berkonsep agrowisata.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help