Piala Dunia 2018

Gabriel Jesus Akui Pemain Tidak Disiplin Jalankan Strategi Pelatih

Media Brasil menyebut skad asuhan pelatih Tite tidak pernah belajar dari kegagalan pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Gabriel Jesus Akui Pemain Tidak Disiplin Jalankan Strategi Pelatih
Daily Mail
Roberto Firmino akan menjadi pilihan Brazil untuk mengalahkan musuh-musuh mereka di Piala Dunia karena permainan Gabriel Jesus kurang menjanjikan. 

KEGAGALAN Brasil di Piala Dunia 2018 masih jadi sorotan.

Media Brasil menyebut skad asuhan pelatih Tite tidak pernah belajar dari kegagalan pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Dengan begitu, Brasil harus pulang lebih cepat setelah dikalahkan Belgia 1-2 di babak perempat final Piala Dunia 2018.

Bomber Selecao, Gabriel Jesus, mengakui bahwa dia dan rekan-rekannya tidak disiplin dalam menjalankan strategi dari pelatih.

Setelah tertinggal 0-2, Gabriel dkk sebenarnya ngebut mengejar defisit dengan serangan yang bertubi-tubi.

Ketatnya pertahanan Setan Merah Belgia membuat Neymar dkk gagal mencetak gol. Satu-satunya gol Brasil dicetak oleh Augusto pada babak kedua.

"Sangat mengecewakan bahwa kami kalah melawan Belgia karena kami mengendalikan pertandingan. Kami sangat optimistis bisa mengalahkan Belgia meski tertinggal 0-2 karena kami terus menyerang. Hanya satu gol yang tercipta," kata bomber milik Manchester City ini.

Baca: Harry Maguire, From Zero to Hero

Gabriel Jesus sendiri harus berebut posisi starter dengan rekannya yang membela Liverpool, Roberto Firmino.

Tapi ketika Brasil tertinggal, Firmino dan Gabriel bermain bersama, setelah Firmino masuk menggantikan Willian.

Tite beranggapan Gabriel menjadi starter karena sesuai dengan taktik.

Bersama Willian, Gabrieal diharapkan membuka ruang pertahanan Belgia guna memberikan akses bagi Neymar untuk menusuk.

"Ini strategi atau taktik pilihan pelatih. Kalau kami disiplin, saya kira taktik itu bisa membawa kemenangan. Saya merasa tidak beruntung karena bola selalu menjauh dari saya. Itu yang jadi soal," kata Gabriel.

Ia mengatakan bahwa pertandingan melawan Belgia sangat berat, tetapi serangan Brasil sangat terukur. Serangan muncul dari semua jalur.

"Begitulah sepak bola, terkadang permainan kita yang sangat bagus pun tak membuahkan kemenangan. Tapi saya menerima hasil ini. Kami akan belajar banyak dari kegagalan ini," katanya.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Senin (9/7/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help