BNN Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu dari Lapas Jakarta

Dua orang pelaku peredaran sabu Jaringan Lapas Jakarta berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan

BNN Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu dari Lapas Jakarta
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kepala BNN Tangsel, AKBP Stince Djonso, saat merilis penangkapan pengedar dan kurir jaringan lapas Jakarta di di Kantor BNN Tangsel di Jalan Puspitek, Setu, Tangerang Selatan, Senin (9/7/2018). 

DUA orang pelaku peredaran sabu Jaringan Lapas Jakarta berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan (BNNK).

Kepala BNN Tangsel, AKBP Stince Djonso menerangkan, pelaku dengan inisial AM (24) dan AR (22) diringkus di dekat stasiun Serpong, Tangerang Selatan tanggal 4 Juli lalu.

"Petugas BNN Kota Tangsel telah menangkap satu orang diduga pengedar atau bandar narkotika dengan inisial MA dan satu orang kurir atau perantara dengan inisial AR," papar Stince di Kantor BNN Tangsel di Jalan Puspitek, Setu, Tangerang Selatan, Senin (9/7/2018).

Berdasarkan keterangan Stince, petugas membekuk AR selaku kurir di Stasiun Serpong, setelahnya bandar kecil MA juga dibekuk di wilayah Serpong.

Dari hasil mengumpulkan barang bukti, sebanyak 5,29 gram sabu berhasil diamankan petugas dari kedua pelaku. Nantinya barang terlarang itu akan dijual eceran antara 0,5 sampai 1 gram.

“Di jual dalam paket kecil 0,5 sampai 1 gram sesuai pesanan, kisaran harga jualnya Rp 600 ribu sampai 1,2 juta per satu gram,” ujar Stince.

Selain barang bukti sabu, sejumlah barang lain juga diamankan yaitu satu buah timbangam digital mini, tiga pack plastik klip bening kecil, tiga lembar struk bukti transfer, kartu atm, dan uang tunai Rp 300.000.

Kepala BNN Tangsel itu juga menjelaskan, narkoba jenis sabu diperoleh MA dari salah satu Napi disebuah Lapas di Jakarta.

Sampai saat ini, petugas masih melakukan pengembangan atas peredaran narkoba dari balik jeruji besi itu.

Atas tindakannya mengedarkan narkotika, kedua tersangka terjerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjaran.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved