Home »

Bisnis

» Mikro

GAPMMI: Industri Makanan dan Minuman Akan Tumbuh 10 Persen

Kinerja positif yang terus ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman nasional belakangan ini membuka peluang untuk semakin berdaya saing.

GAPMMI: Industri Makanan dan Minuman Akan Tumbuh 10 Persen
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pameran bahan baku makanan dan minuman akan dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, menghadirkan 750 peserta dan ditargetkan dikunjungi 20.000 pengunjung selama 3 hari pelaksanaan pameran. 

WARTA KOTA, KUNINGAN----Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi), Adhi S Lukman, mengatakan, meningkatnya minat akan cita rasa lokal di makanan dan minuman Indonesia jmenciptakan peluang bagi industri makanan dan minuman.

"Kami memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh lebih dari 10 persen pada tahun 2018. Tentunya lebih tinggi dari tahun 2017. Potensi industri makanan dan minuman di Indonesia dapat unggul karena suplai dan konsumen bervariasi. Di sinilah inovasi dan keamanan produk menjadi kunci kesuksesan utama," kata Adhi saat konferensi pers Pameran Bahan Baku Makanan dan Minuman (Fi Asia), belum lama ini.

Baca: Makerfest Bintaro Pamerkan Usaha Industri Kreatif

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, industri makanan dan minuman menjadi subsektor prioritas pada 2018.

Diharapkan menjadi pendorong untuk tercapainya target pertumbuhan industri non-migas tahun 2018, yakni 5,67 persen.

Sektor industri makanan dan minuman telah berkontribusi sebesar 34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non-minyak dan gas pada tahun 2017.

Industri makanan dan minuman ditetapkan sebagai satu dari lima prioritas pemerintah dalam mengembangkan Revolusi Industri 4.0.

Baca: Pameran Bagi Pelaku Industri Makanan dan Minuman Digelar di JIExpo Kemayoran

Kinerja positif yang terus ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman nasional belakangan ini membuka peluang untuk semakin berdaya saing dalam berkompetisi di pasar global.

"Pemain lokal juga harus memperkuat produksi bahan baku dengan terus berinovasi dan mengembangkan kekayaan alam Indonesia yang memilliki potensi besar dalam industri bahan baku makanan yang tentunya telah didukung dengan penelitian yang memadai," kata Adhi.

Sedangkan Puspo Edi Giriwono, Executive Secretary South East Asian Food and Agricultural Science and Technology – SEAFAST Center IPB, mengatakan, Indonesia adalah penghasil produk agrikultur terbesar di dunia dengan varian produk dan komoditas penting seperti kelapa sawit, beras, rempah-rempah, cengkeh, kayu manis, vanila, dan lainnya.

Baca: Industri Ritel Akan Berkembang Tahun Ini

Potensi ini memperkaya cita rasa Indonesia dalam berbagai bentuk makanan dan minuman baik lokal maupun internasional.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help