Pilpres 2019

Prabowo Subianto Akui Lirik AHY Jadi Cawapresnya

Prabowo mengatakan, dengan adanya cawapres yang usianya muda, maka akan memiliki ikatan emosional yang baik dengan pemilih muda.

Prabowo Subianto Akui Lirik AHY Jadi Cawapresnya
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan The Yudhoyono Institute di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). The Yudhoyono Institute hadir untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan, dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pada 100 tahun kemerdekaannya, Agus berharap Indonesia akan menjadi negara yang aman dan damai, adil dan sejahtera, serta maju dan mendunia. 

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mempertimbangkan nama ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai cawapresnya pada Pemilu Presiden 2019.

Alasannya, menurut Prabowo, jumlah pemilih muda pada Pemilu 2019 nanti cukup besar.

"Kenapa saya mengatakan kita pun melirik Saudara AHY? Masalahnya adalah bahwa bagian dari pemilih yang usia di bawah 45 tahun besar sekali," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).

Baca: Prabowo Subianto: Anies Baswedan Calon Wakil yang Serius

Prabowo mengatakan, dengan adanya cawapres yang usianya muda, maka akan memiliki ikatan emosional yang baik dengan pemilih muda. Sedangkan masih adanya generasi tua seperti dirinya dalam percaturan politik, karena masih peduli dengan kondisi bangsa.

"Karena Indonesia ini milik anak-anak muda. Kami ini harus menyiapkan, kenapa kami masih di panggung? Karena kami tidak rela melihat negara ini seperti ini," ujarnya.

Meskipun demikian, Prabowo mengatakan nama AHY masih dalam penjajakan. Nama AHY harus didiskusikan dengan partai calon mitra koalisi seperti PKS dan PAN. Karena, menurut Prabowo, partainya sudah lama menjalin kerja sama dengan kedua partai tersebut.

"Saya sampaikan ke Pak Syarief Hasan (Waketum Partai Demokrat), kita tidak ada masalah, kita welcome. Tapi saya ingin, karena saya sudah terlanjur bekerja sama erat dengan PKS dan PAN, berarti kita harus perlu ada konsensus, karena kita ingin suatu koalisi yang kuat ke depannya," papar Prabowo. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help