Pelaku Perampasan Ditembak Polisi Karena Melawan

Saat penangkapan MS melalukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dengan cara melumpuhkannya

Pelaku Perampasan Ditembak Polisi Karena Melawan
istimewa
Ilustrasi Jambret 

Seorang pelaku pencurian dengan perampasan berinisial MS (24) terpaksa harus merasakan timah panas polisi akibat melawan saat dilakukan penangkapan.

MS merupakan satu dari dua pelaku pencurian handphone dengan modus perampasan. Ia berhasil ditangkap di Jalan Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Jumat (6/7/2018) dini hari.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana, mengatakan ada dua pelaku perampasan yaitu MS dan ERN. Satu pelaku MS terpaksa diberikan timah panas akibat mencoba melawan petugas saat ditangkap.

"Saat penangkapan MS melalukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dengan cara melumpuhkannya dengan timah panas di bagian kaki. Sedangkan satu pelaku lainnya masih DPO," kata Mirzal, Sabtu (7/7).

Mirzal menjelaskan, MS dan ERN merupakan dua pelaku perampasan handphone yang beraksi di sekitar halte Masjid Istiqlal. Modus perampasan yang mereka lakukan ialah dengan menuduh dan membawa korban ikut dengannya.

"Jadi pelaku menuduh korban sebagai orang yang telah menusuk temannya. Kemudian para pelaku meminta korban untuk mengeluarkan handphone untuk diperiksa," terang Mirzal.

Korban yang mengikuti perkataan pelaku pun hanya bisa menurutinya, ia pun mengeluarkan handphone dan dimasukan ke dalam tas. Selanjutnya, dikatakan Mirzal, pelaku membawa korban ikut bersamanya.

"Pelaku membawa korban beserta tasnya dengan dalih untuk diperlihatkan kepada teman pelaku yang terkena tusukan," kata Mirzal.

Namun setelah membawa korban keliling menggunakan motor, pelaku menurunkan korban di Jalan Karang Anyar.

"Setelah diturunkan secara spontan pelaku merampas tas yang berisi handphone dar taangan korban," ujar Mirzal.

Korban yang tak rela tasnya diambil pun sempat melakukan perlawanan dengam cara menarik kunci motor yang dikendarai pelaku.

"Korban sempat melawan namun pelaku langsung memukuli korban dan kabur membawa tas yang sudah dirampas," kata Mirzal.

Mirzal mengatakan, saat ini pelaku MS berada di RS Polri Kramat Jati guna menjalani pengobatan akibat timah panas di bagian kakinya. Sementara satu pelaku lainnya ERN hingga sekarang berstatus DPO dan masih dalam pengejaran.

Atas perbuatannya tersebut para pelaku terancam pidana dengan dikenakan pasal 365 jo 363 KUHP. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved