Kebijakan Ganjil Genap

Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 10 Persen Akibat Perluasan Ganjil Genap

"Anak sekolah libur, pelanggan kami 570.000. Nanti kalau anak-anak sudah masuk lagi pasti nambah (jumlah penumpang TJ)."

Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 10 Persen Akibat Perluasan Ganjil Genap
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono, di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018). 

WARTA KOTA, GAMBIR --- Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono, mengatakan, perluasan uji coba ganjil genap sangat berdampak pada Transjakarta (TJ).

"Sejak tanggal satu pelanggan kami tidak pernah di bawah 560.000. Bahkan beberapa hari ini 570.00 per hari," ujar Budi di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, jumlah penumpang tersebut akan terus bertambah ketika anak-anak sekolah sudah mulai kembali ke sekolah.

"Anak sekolah libur, pelanggan kami 570.000. Nanti kalau anak-anak sudah masuk lagi pasti nambah (jumlah penumpang TJ)," kata Budi.

Baca: Jika Perluasan Ganjil Genap Sukses, Anies-Sandi Takkan Liburkan Anak Sekolah Saat Asian Games 2018

Kenaikan penumpang setelah diperluasnya ganjil genap sejak 2 Juli 2018 hingga Jumat (6/7/2018)  sudah mencapai lima sampai 10 persen.

Meski jumlah penumpang naik, kata Budi, armada  akan ditambah, melainkan pengecekan bakal terus dilakuka petugas untuk meningkatkan rasa kenyamanan dan keamanan para pengguna TJ.

"Jadi penambahan pelanggan harus diikuti dengan penambahan ritase (cek) bus, bisa nambah dan bisa memperbaiki sterilisasi," katanya.

Baca: Sandiaga Minta Masyarakat yang Kena Ganjil Genap Bersabar

Budi berharap, adanya perluasan ganjil genap bisa mengurangi kemacetan sehingga membuat perputaran bus semakin cepat.

"Kalau ganjil genap dilakuin, artinya jalan lebih enggak macet, mobil jadi lebih sedikit, sterilisasi untuk busway jadi lebih baik dan perputaran bus kami akan lebih lancar sehingga bisa melayani pelanggan lebih banyak," katanya.

"Jadi saya tidak mau langsung gegabah memutuskan pengadaan bus baru, enggak perlu! Kita memanfaatkan yang ada tapi dengan jarak tempuh lebih cepat, lebih pasti, mengangkut penumpang lebih banyak dan pelayanan lebih maksimal," ucapnya.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved