Warga Bekasi Keluhkan Truk Sampah DKI Melintas di Jalan Protokol dan di Jam Sibuk

Mobilitas truk sampah DKI membuat hampir seluruh jalan di Kota Bekasi menjadi bau dan berbahaya akibat ceceran air licit.

Warga Bekasi Keluhkan Truk Sampah DKI Melintas di Jalan Protokol dan di Jam Sibuk
Warta Kota/Muhammad Azzam
Truk sampah milik DKI Jakarta melintasi Jalan Protokol Ahmad Yani. 

WARGA Bekasi mengeluhkan truk sampah milik Provinsi DKI Jakarta yang mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang ramai melintas di saat jam sibuk dan juga di jalan protokol.

Keluhan itu disampaikan Setiawan (43) pengguna jalan. Ia mengungkapkan mobilitas truk sampah DKI membuat hampir seluruh jalan di Kota Bekasi menjadi bau dan berbahaya akibat ceceran air licit.

"Ini harus dibuat aturan tegas, lintasan truk hanya boleh melintas di jalan mana, jangan semua jalan boleh dilintasi. Apalagi ini di jalan Ahmad Yani jalan utama atau jalan ikon Kota Bekasi dekat kantor pemerintahan, masa bau sampah gini," ujarnya kepada Wartakota, Kamis (5/7).

Ia mengatakan harus ada aturan tegas soal waktu operasional truk dan juga jalan mana saja yang boleh dilintasi. Terlebih menjelang atau saat even akbar Asian Games.

"Harus Jalan Ahmad Yani ini bebas truk sampah jangan jadi lintasan truk sampah DKI. Ini dekat kantor pemerintahan dan dekat salah satu venue untuk Asian Games," katanya.

Reza (30) warga Bekasi Timur yang selalu menggunakan jalan tersebut, mengeluhkan hal yang sama.

Ia meminta pemerintah DKI Jakarta harus melakukan evaluasi terhadap kendaraan yang dipakai untuk mengangkut sampah.

"Kalau bisa Jalan Ahmad Yani jangan jadi lintasan truk sampah. Keindahan jalan itu rusak gara-gara truk sampah milik DKI. Seharusnya jug pemerintah DKI memikirkan caranya, agar air licit tidak sampai jatuh ke jalan. Karena ini sangat mengganggu kami yang ada di Bekasi, padahal sampah itu milik DKI," paparnya.(m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help