Artis Terjerat Narkoba

Tio Pakusadewo Alami Gangguan Mental

Nota pembelaan atau pledoi aktor gaek Tio Pakusadewo (54) yang meminta untuk dirinya direhabilitasi, ditolak oleh JPU.

Tio Pakusadewo Alami Gangguan Mental
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Tio Pakusadewo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2018). 

NOTA pembelaan atau pledoi aktor gaek Tio Pakusadewo (54) yang meminta untuk dirinya direhabilitasi, ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penolakan pledoi Tio itu dibacakan oleh JPU, dalam persidangan dengan agenda replik, yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2018).

Dalam pembacaan repliknya, Yaman selaku JPU menilai bahwa permintaan penggunaan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (penyalahgunaan) yang diajukan oleh tim panasehat tidak bisa dipenuhi.

Yaman meminta agar majelis hakim memutus terdakwa Tio dengan Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (menyimpan dan memiliki).

Usai persidangan, kuasa hukum Tio, Aris Marasabessy mengatakan, ia menangkap bahwa JPU menolak pledoi Tio, dikarenakan hasil rehabilitasi di RS Selapa Polri, Lebak Bulus, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, dinyatakan gagal.

Aris mengatakan, gagalnya rehabilitasi Tio, dikarenakan mental kliennya sudah terganggu karena sudah 10 tahun Tio mengonsumsi narkoba.

"Rehab enggak berhasil karena sifat ketidak koorperatif. Om Tio saat direhab didagnosa ada gangguan mentalnya, jadi itu alasan kenapa beliau tidak koorperatif karena penyakitnya," kata Aris Marasabessy.

Dengan demikian, Aris menilai bahwa Tio harus menjalankan rehabilitasi untuk mengembalikan mentalnya yang sudah terganggu.

"Makanya om Tio harus diobati atau direhabilitasi. Tapi kenapa dilempar ke rumah tahanan. Itu sumber penyakitnya," ucapnya.

Lanjut Aris, menurutnya di dalam fakta persidangan, Tio pun disebut sebagai pengguna dan tidak termasuk kedalam peredaran gelap, serta masuk kedalam jaringan narkoba internasional.

"Kenapa rekan JPU tidak objektif memberikan tuntutan, dengan melihat unsur yang semua orang bisa melihat. Tapi tidak melihat kenapa beliau (Tio) menyimpan? Karena memang menggunakan narkoba yah disimpan," ujar Aris Marasambessy.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help