Media Sosial

Kemkominfo Blokir Tik Tok, Netizen Pertanyakan Twitter

Pro dan kontra terkait pemblokiran aplikasi Tik Tok terus mengisi lini massa media sosial hingga Kamis (5/7/2014).

Kemkominfo Blokir Tik Tok, Netizen Pertanyakan Twitter
istimewa
Aplikasi Tik Tok diblokir 

PRO dan kontra terkait pemblokiran aplikasi Tik Tok terus mengisi lini massa media sosial hingga Kamis (5/7/2014), terlebih soal alasan yang menyebut Tik Tok dipenuhi konten dewasa.

Bantahan pun disampaikan, para pendukung Tik Tok menunjuk sejumlah aplikasi media sosial seperti twitter yang jutsru menjadi alat prostitusi online.

John Jev lewat akun @johnjevm menyebut aplikasi twitter jauh lebih parah dibandingkan dengan Tik Tok.

John kemudian me-retweet postingan akun @bundasangek yang berisi sebuah video porno.

"Ini komitmen Twitter @rudiantara_id tolong buka blokir Tumblr tempat kami menulis tulisan positif. Sebuah blunder karena Twitter jauh lebih banyak konten negatif dibanding Tumblr. Ibarat langit dan bumi," tulisnya.

Hal serupa disampaikan oleh akun @translatemu yang menyebut twitter sebagai media sosial perusak.

Karena bukan hanya berisi video porno hingga dijadikan alat prostitusi online, buzzer politik pun aktif menyampaikan SARA.

"Haaah...! Aplikasi baik dan kreatif semacam tik tok diblokir? Knp ga twitter sarang manusia dan jin halu yg diblokir? Fasilitas merusak di twitter : - Bokep onlen lgsg booking bondon onlen; - Timses Buzzer politik SARA yg merusak negara; - Manusia2 sirikan yg selalu nyinyir," tulisnya.

Sementara Dinda menantang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) untuk menutup twitter, Instagram (IG) dan Facebook yang dinilainya tidak kreatif.

"Tik Tok doang ni yang diblokir? Di Twitter, IG, FB juga banyak orang goblok, alay, porno, suka ribut dan gak kreatif, coba tolong sekalian kalo bisa jangan ada internet aja Indonesia. Ayo sobat ayo kita main Solitaire," balasnya lewat akun @dinidinda.

"Mobil legend Gak nih?," sindir akun bernama @kurusman.

Seperti diketahui sebelumnya, kebijakan pemblokiran aplikasi Tik Tok kini tengah dipertimbangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pasca pertemuan dengan pihak Tik Tok Bytemo di Kantor Kementerian Kominfo, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (4/7/2018) petang.

Menteri Kominfo RI, Rudiantara menyebutVbakal membuka blokir Tik Tok dengan sejumlah persyaratan, antara lain membersihkan konten dewasa dan menerapkan filtering terhadap konten negatif. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved