Home »

News

» Jakarta

Ada Pertemuan Ulama Internasional, Anies Diminta Bujuk PA212 Batalkan Demo Besok

"Kami meminta Anies membujuk mereka agar tidak melakukan aksi 67 karena ada pertemuan Ulama dan Da'i Internasional

Ada Pertemuan Ulama Internasional, Anies Diminta Bujuk PA212 Batalkan Demo Besok
Tangkapan layar video seruan Aksi Bela Keadilan oleh Ketua Umum FPI, Shobri Lubis. (Foto: Istimewa) 

- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diminta turun tangan mengimbau agar Ormas PA 212 tidak menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan", pada Jumat (6/7/2018).

Aliansi Peduli Ulama Indonesia yang didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) berencana mendatangi Balai Kota untuk bertemu dengan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

"Kami meminta Anies membujuk mereka agar tidak melakukan aksi 67 karena ada pertemuan Ulama dan Da'i Internasional," kata Koordinator aksi Aliansi Peduli Ulama Indonesia, Dullah, Rabu (4/7/2018).

Selain itu, pihaknya akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk meminta agar aksi tersebut tidak diberikan izin demi menjaga nama baik ulama di Tanah Air.

"Terakhir adalah Polda Metro Jaya, kami mendesak agar mencabut izin aksi atau tidak memberikan izin soal aksi tersebut," tambahnya.

Ormas Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan", pada Jumat (6/7/2018) siang. Aksi dimulai dari Masjid Istiqlal menuju kantor Kementerian Dalam Negeri dan Bareskrim Polri.

Dalam seruannya, PA 212 menuntut sejumlah hal, salah satunya menolak mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Seruan melakukan aksi itu beberapa hari terakhir muncul di Sosial Media.

Adanya aksi itu, dinilai dapat mencoreng citra ulama Indonesia di mata ulama-ulama dunia yang sedang berkumpul. Sebab, sedang ada pertemuan Da'i dan Ulama Internasional bertema "Sinergi Untuk Harmoni" mulai dari 3-6 Juli 2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Aliansi Peduli Ulama Indonesia didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) meminta seluruh rakyat maupun ormas menjaga marwah dan citra para ulama Indonesia.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help