Presiden Terima Pimpinan KPK di Istana Bogor, Ada Apa?

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dimasukkannya pasal-pasal korupsi ke KUHP tidak memiliki manfaat untuk pemberantasan korupsi.

Presiden Terima Pimpinan KPK di Istana Bogor, Ada Apa?
Tribun Bogor
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

WARTA KOTA, BOGOR - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018).

Pantauan Kompas.com, kelima pimpinan KPK hadir dalam pertemuan. Lima adalah Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Laode M Syarief, Alexander Marwata, dan Basaria Panjaitan Pimpinan KPK tiba di Ruang Garuda, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor pukul 14.15 WIB.

Kehadiran kelima pimpinan KPK langsung disambut oleh Presiden Jokowi.

Kepala Negara didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pertemuan Jokowi dan pimpinan KPK berlangsung tertutup.

Wartawan hanya diizinkan untuk mengambil gambar di awal pertemuan.

Rencananya, pertemuan ini akan membahas masuknya sejumlah pasal tindak pidana korupsi (tipikor) ke dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP).

KPK sebelumnya sampai lima kali mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk meminta Presiden mendorong mengeluarkan pasal-pasal korupsi dari draf Rancangan KUHP yang sedang dibahas di DPR RI.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dimasukkannya pasal-pasal korupsi ke KUHP tidak memiliki manfaat untuk pemberantasan korupsi.

"Bahkan, justru sangat berisiko melemahkan KPK dan kerja-kerja penanganan kasus korupsi," ucap Febri seperti dikutip Antara, Rabu. (Ardhi Sanjaya)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved