Mulai 1 Agustus 2018 Truk Kelebihan Muatan dan Ukuran Bakal Ditilang

selama ini banyak truk yang kelebihan muatan dan ukuran berseliweran di jalan tol dan non-tol.

Mulai 1 Agustus 2018 Truk Kelebihan Muatan dan Ukuran Bakal Ditilang
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi truk 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kementerian Perhubungan mengingatkan 1 Agustus 2018 merupakan dimulainya pengenaan tilang kepada kendaraan yang kelebihan muatan dan kelebihan ukuran.

"Kami tidak akan mentoleransi lagi kendaraan yang kelebihan muatan dan ukuran berada di jalanan karena merusak jalan dan menjadikan kendaraan membahayakan pengguna lain," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (4/7/2018).

Baca: Tilang Truk dengan Pistol Air Soft Gun, Anggota Dishubstrans Ini Dibekuk Polisi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Selasa (3/7/2018) meluncurkan komitmen penertiban kendaraan angkutan barang overdimensi dan overloading (odol) yang juga dihadiri Korlantas, Mahkamah Konstitusi, dan sejumlah asosiasi.

Budi Setiyadi mengatakan, selama ini banyak truk yang kelebihan muatan dan ukuran berseliweran di jalan tol dan non-tol sehingga mengakibatkan jalan raya semakin padat, macet hingga merusak jalan.

Dibanding dengan negara di Asia lainnya seperti Vietnam, Malaysia, dan India, kata dia, Indonesia termasuk negara yang belum bisa membenahi keberadaan truk bermuatan dan ukuran lebih yang berada di jalan raya.

Baca: Pelanggar Uji Coba Perluasan Ganjil-Genap Belum Akan Ditilang

"Kita malu sebenarnya sebagai negara yang belum bisa membenahi truk yang kelebihan bermuatan barang dan ukuran masih beredar di jalanan," kata Budi.

Untuk itu, Budi mengingatkan kepada perusahaan karoseri kendaraan bermotor yang belum memproduksi agar tidak lagi memproduksi kendaraan kelebihan ukuran, sementara yang sudah memproduksi kendaraan kelebihan ukuran harus disesuaikan.

"Kalau memang masih juga membandel ada undang-undang yang bisa menjerat pelanggar aturan," kata Budi.

Baca: Ibu Muda Cantik Ngaku Sedang Urus Cerai Begitu Ditilang #OperasiPatuhJaya

Budi mengatakan, akibat banyaknya angkutan barang melebihi kapasitas, negara mengalami kerugian sekitar Rp 43 triliun per tahun untuk biaya perbaikan jalan rusak.

Padahal pemerintah setiap tahun hanya menganggarkan Rp 26 triliun untuk perbaikan jalan.

Demikian juga jika dilihat dari kecepatan, akibat truk kelebihan muatan barang dan ukuran, maka laju kendaraan hanya bisa mencapai 40 kilometer per jam dari yang seharusnya bisa mencapai 60-70 kilometer per jam.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved