Idap Gejala Stroke dan Vertigo, Gatot Brajamusti Datang ke Pengadilan Pakai Ambulans dan Kursi Roda

Ini merupakan sidang perdana setelah Gatot menderita gejala stroke dan vertigo, yang dialaminya sebulan lalu.

Idap Gejala Stroke dan Vertigo, Gatot Brajamusti Datang ke Pengadilan Pakai Ambulans dan Kursi Roda
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Gatot Brajamusti, kembali menjalani persidangan kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Selasa (3/7/2018). 

AKTOR sekaligus guru spiritual Gatot Brajamusti, kembali menjalani persidangan kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka.

Ini merupakan sidang perdana setelah Gatot menderita gejala stroke dan vertigo, yang dialaminya sebulan lalu.

Gatot kembali menjalani persidangan dengan agenda duplik atas replik dari pleidoi Gatot, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Selasa (3/7/2018).

Baca: Hari Ini Ahok Ulang Tahun, Pendukungnya Malah Kirim Ucapan Selamat di Akun Instagram Sandiaga Uno

Kuasa hukum Gatot, Achmad Rulyansyah mengatakan, Gatot menghadiri persidangan menggunakan ambulans dan kursi roda.

"Jadi kemarin kami sidang. Aa Gatot pun datang menggunakan ambulans dan menggunakan kursi roda saat persidangan," ungkap Achmad Rulyansyah saat dihubungi Warta Kota melalui sambungan telepon, Rabu (4/7/2018).

Ruly menambahkan, Gatot mendapatkan perawatan intensif di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, atas penyakit gejala stroke dan vertigo yang ia alami.

Baca: Warga Ciputat Sembelih Buaya yang Ditemukan di Sungai, Dagingnya Lalu Dibagi-bagi

"Jadi memang Aa Gatot tidak bisa sidang lama. Setelah mendapat rekomendasi dari dokter, dia jalan ke persidangan, habis itu langsung pulang. Karena vertigonya, jadi enggak bisa sidang lama," jelas Ruly.

"Kami hadirkan di dalam persidangan karena memang di dalam KUHP juga diatur, yang penting Aa Gatot bisa mendengar dan melihat. Jadi kami hadirkan," sambungnya.

Ruly mengatakan, pihaknya menyampaikan duplik atas replik yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum, untuk menanggapi pleidoi Gatot yang keberatan atas tuntutan hukuman tiga tahun kurungan penjara, atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka.

"Di dalam duplik yang kami bacakan, ya tidak jauh dari pleidoi kami ya. Karena senjata api ilegal dan satwa langka ini diberikan oleh AS dan juga UGB. Sidang akan dilanjut lagi 12 Juli 2018, dengan agenda putusan majelis hakim," papar Achmad Rulyansyah. (*)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help