Antisipasi Kecelakaan, Pemprov DKI Jakarta Meningkatkan Pengawasan Kapal

Pemprov DKI Jakarta meningkatkan pengawasan terhadap kapal penyeberangan serta angkutan barang di kawasan dermaga.

Antisipasi Kecelakaan, Pemprov DKI Jakarta Meningkatkan Pengawasan Kapal
Istimewa
Kapal feri Lestari Maju yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dikabarkan tenggelam, Selasa (3/7/2018) siang. 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU---Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan pengawasan terhadap kapal penyeberangan serta angkutan barang di kawasan dermaga.

Langkah itu diambil demi mengantisipasi kecelakaan yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah.

Baca: Basarnas Tengah Mengevakuasi Korban Tenggelamnya Kapal Lestari Maju

Pengawasan ketat tersebut seperti surat persetujuan berlayar (SPB) yang baru akan diperbolehkan keluar setelah adanya manifes yang disesuaikan dengan penumpang dan kapasitas angkut kapal serta jaket keselamatan.

"Kualitas kapal kami cek, apakah sesuai dan layak. Bila ada yang rusak, maka akan kami berikan sanksi. Salah satunya tidak boleh bersandar di pelabuhan kami," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, Rabu (4/7/2018).

Baca: Kepanikan Ratusan Penumpang Diabadikan Melalui Video, Kapal Feri Lestari Maju Tenggelam

Andri mengatakan, setahun belakangan pihaknya intensif melakukan pengecekan mengenai uji kir kapal yang dilakukan setiap tahun.

Beberapa kapal penumpang ditolak untuk berlayar lantaran uji kirnya belum diperbahurui atau ada.

"Secara otomatis dia tidak boleh angkut penumpang dong. Kami juga telah meminta jaga kebersihan. Kedepannya mungkin akan kami buat aturan dilarang merokok dalam kapal, ini berbahaya," kata Andri.

Baca: Meski Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Tim SAR, Kapal, dan Perahu Karet Tetap Disiagakan

Hal serupa juga dilakukan Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah, dengan memperketat pelabuhan dan dermaga yang ada di Kepulauan Seribu.

Bahkan baru-baru ini, pihaknya melakukan sidak dermaga di Pulau Pramuka, Untung Jawa, hingga Pulau Tidung.

"Di sana kami periksa jaket keselamatan, kondisi mesin kapal, dan lain-lain. Kami juga ingin penumpang pro aktif dengan mengingatkan agar meminta jaket keselamatan dan menggunakannya saat berlayar," kata Irmansyah.

Selain itu pihaknya juga telah merangkul semua pemilik kapal, petugas keamanan dan keselamatan untuk digabungkan dalam sebuah grup media sosial.

Cara ini dinilai efektif untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

"Sehingga informasi sekecil apapun termasuk ombak dan cuaca disampaikan sekaligus antisipasinya apakah harus menepi atau berhenti berlayar. Saya selalu mengingatkan agar tidak mengambil risiko tinggi," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved