15 Kontraktor Tertarik Bangun Jalintim Sumsel

penawaran ini adalah yang pertama, lantaran proyek berskema KPBU sebelumnya hanya untuk jalan tol, bukan jalan non-tol.

15 Kontraktor Tertarik Bangun Jalintim Sumsel
Sriwijaya Post
Ruas Jalan Lintas Timur wilayah Kabupaten OKI, SUmsel 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melelang proyek Jalan Lintas Timur Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 30 km dengan nilai proyek sebesar Rp2,207 triliun.

Proyek ini akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

Availability Payment atau Ketersediaan Layanan ini pun optimis dilaksanakan sesuai target yakni Maret 2019.
Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra mengungkapkan pengumuman lelang akan dilakukan pada (6/7/2018).

Rachman mengatakan proyek jalan Non Tol ini banyak diminati. Pada Konfirmasi Minat Pasar yang dilakukan Senin (2/7) lalu sebanyak 15 perusahaan menyatakan minatnya mengikuti lelang.
Ke 15 perusahaan itu sebanyak 14 kontraktor dalam negeri dan 1 kontraktor asing.

Mereka adalah  PT PP, Equis, PT Istaka Karya,  PT Acset Indonesia, PT Prambanan Dwipaka, PT Sumber Mitrajaya, PT Semesta Energi Services, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Pama Persada Nusantara, PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, PT Wakita Karya, PT Wijaya Karya, Sedangkan Kontraktor Asing, yakni HCM Engineering.

Secara umum, semua perusahaan yang hadir mendukung kegiatan ini. "Dari 16 perusahaan yang mengisi kuesioner, 15 perusahaan menyatakan berminat dengan proyek ini,” kata Rahman saat dihubungi, Rabu (4/7/2018).

Ia melanjutkan, pada kegiatan Konfirmasi Minat Pasar itu salah satu masukan dari peserta yang hadir dalam acara itu ialah terkait financial close yang diminta untuk diperpanjang jangka waktunya yang awalnya tiga bulan menjadi enam bulan.

Rahman optimis, dengan banyaknya calon investor yang tertarik proyek ini bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan yakni Maret 2019. “Target kontrak diperkirakan berubah ke akhir 2018, tetapi masa kontruksinya masih bisa berjalan di Maret 2019,” tegasnya.

Sebagai informasi, pemerintah menawarkan proyek pemeliharaan (preservasi) jalan nasional di Provinsi Sumatera Selatan senilai Rp2,207 triliun dengan skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Availability Payment ke investor.

Rahman mengatakan, penawaran ini adalah yang pertama, lantaran proyek berskema KPBU sebelumnya hanya untuk jalan tol, bukan jalan non-tol. Namun, pemerintah melihat skema ini bisa diterapkan pada jalan non-tol agar bisa mempercepat pembangunan proyek jalan nasional dan mendukung kelancaran transportasi serta logistik.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help