Advertorial

Kesiapan JASA RAHARJA Menyerahkan Santunan Korban KM Sinar Bangun

Peristiwa kecelakaan tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, pada tanggal 18 Juni 2018, sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras

Kesiapan JASA RAHARJA Menyerahkan Santunan Korban KM Sinar Bangun

WARTA KOTA, JAKARTA - Peristiwa kecelakaan tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, pada tanggal 18 Juni 2018, sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, telah menjadi berita duka bagi kita semua. Atas kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut Jasa Raharja  menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1.   Menyampaikan rasa prihatin dan turut berduka yang mendalam atas musibah tersebut.

2.   Negara hadir, dalam hal ini melalui Jasa Raharja, menjamin seluruh penumpang yang mengalami musibah ini, baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.

3.   Sebagaimana laporan masyarakat, usaha-usaha penyelamatan dan hasil verifikasi yang dilakukan, Pihak Polres Simalungun sebagai instansi yang ditunjuk untuk mendata para korban didapat data sebagai berikut :

a. Korban Meninggal  3 Orang
b. Korban Selamat   21 Orang
Dan Jasa Raharja tetap memantau perkembangan atas pencarian para  korban

4.   Terhadap korban  meninggal dunia yang jenazahnya sudah ditemukan dan telah diidentifikasi oleh pihak yang  berwenang, Jasa Raharja telah membayarkan santunan meninggal dunia sebesar Rp. 50.000.000 kepada Ahliwarisnya yang sah, dengan rincian sebagai berikut :

a.    Korban an. Tri Suci Ulandari, santunan diterima oleh Suyanto YS.selaku orangtua yang sah pada tanggal 19 Juni 2018 di wilayah kerja Perwakilan Langsa, Aceh.

b.    Korban an. Fahriyanti, santunan diterima oleh Riyan Affandi, selaku anak kandung yang sah  pada tanggal 21 Juni 2018 di wilayah kerja Perwakilan Pematang  Siantar.

c.    Korban an. Indah Juwita S., santunan diterima oleh Rosli Sarmaida Situmorang selaku orangtua yang sah pada tanggal 22 Juni 2018 di wilayah kerja Perwakilan Siantar

5.   Korban yang selamat dan sempat dirawat dibeberapa Rumah Sakit seperti RSUD Siantar, RSUD Tuan  Rondahaiam Raia, RSUD Hadrianus Samosir dan Puskesmas Simarmata Samosir. Jasa Raharja sudah memberikan Surat Jaminan kepada Rumah Sakit tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membayar di Rumah Sakit. Jaminan perawatan tersebut maksimum sebesar  Rp. 20.000.000,-

6.   Yang dimaksud ahli waris sesuai ketentuan UU. No 33/1964 juncto PP no 17 tahun 1965 pasal          12 (ayat 1) tentang Dana Kecelakaan Angkutan Penumpang  adalah :

a)    Suami/istri dari korban yg sah

b)    Jika suami/istri  yg sah dari korban tidak ada, yg menjadi ahli waris adalah anak anaknya yg sah

c)    Jika istri/suami dan anak-anak yg sah dari korban tidak ada maka ahli waris adalah Orang tua korban yang sah.

7.   Setelah ada Keputusan resmi dari instansi yang berwenang bahwa para korban dinyatakan hilang, Jasa Raharja segera menyelesaikan santunan kepada Ahli Waris sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help