Keluarga Bocah Tewas Dihantam Mobil Bantah Terima Uang Kompensasi Rp150 Juta

Keluarga juga memastikan tidak ada uang kompensasi sebesar Rp 150 Juta yang diterima atau dijanjikan pengemudi Suzuki Ertiga

Keluarga Bocah Tewas Dihantam Mobil Bantah Terima Uang Kompensasi Rp150 Juta
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Syarif Puji Hidayatulloh (baju biru), ayah Al Aqsho Hidayatulloh, bocah 9 tahun yang tewas dihantam Suzuki Ertiga, saat ditemui Warta Kota di rumahnya di Jalan Salak, RT 6/1, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa (3/7/2018). 

KELUARGA Al Aqsho Hidayatulloh (9) alias Akso, bocah tewas dihantam Suzuki Ertiga yang menabrak sebuah rumah di Jalan Makam Bojong, RW 1, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jumat (29/6/2018) lalu, memastikan bahwa mereka sudah iklhas dengan meninggalnya Akso dan tidak menuntut uang kompensasi apapun ke pengemudi mobil Suzuki Ertiga, Rini (43).

Keluarga juga memastikan tidak ada uang kompensasi sebesar Rp 150 Juta yang diterima atau dijanjikan pengemudi Suzuki Ertiga, seperti isu yang beredar dan jadi bahan pemberitaan.

Hal itu dikatakan ayah Akso, Syarif Puji Hidayatulloh (39) saat ditemui Warta Kota di rumahnya di Jalan Salak, RT 6/1, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa (3/7/2018).

"Kami, sudah ikhlas dengan kepergian anak kami Akso. Karenanya kami tidak menuntut uang kompensasi apapun, ke pihak yang menabrak. Selain itu saya tegaskan, kami juga tidak menerima atau dijanjikan uang Rp 150 Juta dari pihak penabrak, seperti isu yang beredar dan diberitakan sebelumnya," kata Syarif yang berprofesi sebagai pengojek onlen.

Syarif mengatakan pihaknya menganggap hal ini sudah menjadi takdir sehingga keluarga besar sudah ikhlas dengan kepergian Akso.

Karena hal itu pulalah kata Syarif, pihaknya tidak menuntut sang pengemudi mobil dan tidak membawa kasus ini ke proses hukum.

"Jadi semuanya sudah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan, antara kami dengan pihak yang menabrak. Ini sudah takdir Ilahi, kalau Akso dipanggil lebih dulu ke surga," kata Syarif dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Syarif, ke depan, ada atau tidak adanya dana kompensasi dari penabrak ke pihak keluarganya, tidak akan dipermasalahkan oleh dirinya.

"Pihak yang menabrak sempat membantu biaya untuk proses pemakaman serta sampai tahlilan nantinya. Itu pun bukan kami minta, tapi keikhlasan mereka. Yang pasti, saya tegaskan besarannya tidak Rp 150 Juta seperti isu yang beredar, dan jauh sekali dari itu," kata Syarif.

Syarif kembali menegaskan bahwa isu dan berita adanya Rp 150 Juta yang diterima keluarga sebagai dana kompensasi dari pihak penabrak, adalah sama sekali tidak benar.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved