Jumlahnya Tembus 1.400 Orang, Kapolri Hentikan Sementara Kenaikan Pangkat Kombes

Berdasarkan data, Tito mengatakan, setiap bulannya ada 500 anggota berpangkat Kombes yang lulus sekolah persiapan jenderal.

Jumlahnya Tembus 1.400 Orang, Kapolri Hentikan Sementara Kenaikan Pangkat Kombes
Kompas.com/Ambaranie Nadia
KAPOLRI Jenderal Pol Tito Karnavian dalam jumpa pers di Lobi Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/1//2018). 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian akan menghentikan sementara kenaikan pangkat anggota Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

Alasannya, jumlah anggota Polri berpangkat Kombes saat ini sangat banyak. Hal itu menimbulkan adanya bottleneck pada kenaikan pangkat di atasnya, yaitu Brigardir Jenderal (Brigjen), di mana slot yang ada hanya sedikit.

"Saya ingin bicara masalah, terutama pangkat Kombes ke atas. Jadi angkatan Polri 1985 ke atas terasa dampak rekrutmen besar, terjadi bottleneck di pangkat Kombes. Mau tidak mau kita akan mengerem di Kombes. Karena kini Kombes jumlahnya banyak sekali, ada sampai 1.400 Kombes," ungkap Tito di Rupatama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).

Baca: HUT ke-491 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Denda Keterlambatan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Berdasarkan data, Tito mengatakan, setiap bulannya ada 500 anggota berpangkat Kombes yang lulus sekolah persiapan jenderal. Padahal, jumlah jenderal berpangkat Brigjen yang pensiun tiap bulannya tak lebih dari lima anggota.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya ini, ia dan Wakapolri Komjen Syafruddin memutuskan mencari anggota berpangkat Kombes yang memiliki performa bagus untuk diangkat menjadi jenderal.

"Jadi mohon maaf, (Kombes) angkatan 84-86 rata-rata yang ini masih sisa dari angkatannya. Sementara, junior angkatan 90 ke atas ini adalah mereka yang masih bagus idealismenya, spirit bekerja masih oke," jelas Kapolri.

Baca: Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara

Dari 1.400 anggota berpangkat Kombes, rata-rata terbentang di tahun angkatan 1984-1997.

Sebagai informasi, jumlah rekrutmen Polri angkatan 1983 berjumlah 95 anggota, dan setiap tahun mengalami peningkatan. Mulai dari 1984 sebanyak 130 anggota, 1985 sebanyak 156 anggota, 1986 sebanyak 185 anggota, 1987 sebanyak 197 anggota, dan di angkatan 1988 sebanyak hampir 200 anggota.

"Di angkatan 89 itu ada rekrutmen 88a dan 88b. Jumlahnya rata-rata hampir 200 anggota, lalu 89-90 itu di atas 200 anggota. Saya tidak katakan angkatan 88 ini problem, tapi saya bersama Pak Waka menghadapi sistem dilematis, dan posisi dilematis," paparnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help