Pilkada Serentak 2018

Partai Gerindra Merasa Diteror dan Dihukum Hasil Survei

Padahal, menurut Muzani, survei yang dilakukan beberapa lembaga merupakan bagian dari keilmuan.

Partai Gerindra Merasa Diteror dan Dihukum Hasil Survei
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Mohamad Taufik menyerahkan surat dukungan kepada Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani pada acara puncak HUT Partai Gerindra ke-10 di Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (11/3/2018). 

SEKRETARIS Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya merasa diteror oleh hasil sejumlah lembaga survei jelang pemungutan suara pilkada serentak 2018 lalu.

Salah satu contohnya di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah, di mana pasangan calon yang diusungnya, Sudirman Said dan Ida Fauziah, diprediksi akan kalah jauh dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

"Survei ini dikeluarkan hari-hari terakhir, maka itu kami merasa ketika survei dilakukan kami merasa di-adjust, di-framing, bahkan diteror, termasuk dihukum, lu hanya sekian persen. Itu menghukum partai pendukungnya, menghukum calon gubernurnya, dan pemilihnya," papar Muzani di rumah dinasnya, Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2018).

Baca: Fadli Zon: Lebih Hebat Dukun Daripada Lembaga Survei

Hampir seluruh lembaga survei, menurut Muzani, mengeluarkan hasil risetnya menjelang pemungutan suara, bahwa pasangan Sudirman-Ida hanya akan mendapat 10 sampai13 persen.

"Namun apa yang terjadi? Pasangan tersebut mendapatkan 40 persen suara," katanya.

Padahal, menurut Muzani, survei yang dilakukan beberapa lembaga merupakan bagian dari keilmuan. Namun, lembaga survei dengan mudahnya berkilah bahwa melesetnya hasil survei karena mesin partai bekerja.

Baca: Cuma Ada Calon Tunggal, Warga Desa Parahu Nilai Pemilihan Bupati Tangerang Kurang Seru

"Ngelesnya seperti itu, lah ini kan enggak ada akuntabilitas dan pertanggungjawaban intelektual. Lah lu gimana, masa kemarin pas survei ini kagak dibaca, begitu loh," ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Muzani, hasil pilkada 2018 tidak akan mengubah keputusan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Menurutnya, hasil pilkada tidak menggambarkan hasil pilpres nanti.

"Ya makin optimis, bahwa dari hasil pilkada itu kita makin optimis," cetusnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved