Diduga Malpraktek, Manajemen RS Grha Kedoya Masih Bungkam

Dokter di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Barat diduga melakukan mal praktik terhadap salah satu pasiennya.

Diduga Malpraktek, Manajemen RS Grha Kedoya Masih Bungkam
Tangkapan layar instagram Hotman Paris
Hotman Paris dan seorang wanita muda usia 28 tahun yang diduga korban mal praktik sebuah rumah sakit di Jakarta Barat, saat berada di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/7/2018) pagi. 

Dokter di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Barat diduga melakukan mal praktik terhadap salah satu pasiennya.

Berdasarkan keterangan sumber yang dapat dipercaya, oknum dokter tersebut bekerja di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jalan Panjang 26, Kedoya, Jakarta Barat.

"Oknum dokter yang diduga pelaku mal praktik berinisial HS, kabarnya sudah dipecat. Sedangkan korban wanita inisial S," ujar sumber yang namanya tidak bersedia diekspos kepada Warta Kota, Senin (2/7/2018).

Warta Kota kemudian mendatangi rumah sakit yang dimaksud untuk melakukan klarifikasi.

Seorang personel bagian humas, Elsa, belum bersedia memberikan jawaban atau keterangan mengenai kasus tersebut.

Baca: Pekan Depan Hotman Paris Akan Datang ke Rumah Sakit Terduga Malpraktik

Baca: Usai Bertemu Rizieq di Mekkah, Tommy Soeharto Bertemu Pencipta Lagu #2019Gantipresiden

"Saya kira mau liputan kesehatan. Untuk kasus ini menejer humas yang akan menjawabnya. Kebetulan beliau saat ini sedang berada di luar kantor," kata Elsa saat ditemui Warta Kota di lantai 5 RS Grha Kedoya, Senin siang.

Diberitakan sebelumnya, dalam video yang diunggah akun Instagram @hotmanparisofficial pada Minggu (1/7/2018) pagi, seorang wanita muda mengadu kepada Hotman Paris Hutapea karena diduga menjadi korban mal praktik sebuah rumah sakit di Jakarta Barat.

Wanita muda berambut panjang itu awalnya datang ke rumah sakit untuk operasi penyakit kista yang dideritanya.

Namun, sang dokter yang melakukan operasi terhadapnya mengambil dan membuang dua sel telur dalam tubuhnya.

Oleh sebab itu, terduga korban merasa masa depannya hancur karena tidak ada lagi harapan untuk mengandung dan melahirkan anak.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved