Nongkrong Cantik di Bazaar Market & Museum Pasar Santa

Ada pemandangan berbeda di area halaman Pasar Santa, Jakarta Selatan. Deretan tenda menjual berbagai produk yang tak biasa.

Nongkrong Cantik di Bazaar Market & Museum Pasar Santa
Warta Kota/Feryanto Hadi
Deretan tenda menjual berbagai produk yang tak biasa hadir di Bazaar Market & Museum Pasar Santa, Sabtu (30/6) dan Minggu (1/7). 

ADA pemandangan berbeda di area halaman Pasar Santa, Jakarta Selatan. Deretan tenda menjual berbagai produk yang tak biasa.

Event itu bukanlah bazar biasa. Sebab, mayoritas pesertanya adalah para pelaku usaha berusia muda. Produk yang dijual pun kekinian, mulai dari kuliner, fesyen hingga ragam minuman kopi.

Mengusung tema The Weekend at Pasar Santa, ajang Market & Museum kali yang digelar selama dua hari, Sabtu (30/6/2018) dan Minggu (1/7/2018) ini ingin menyajikan nuansa baru dalam bazaar tematik yang sering mereka gelar.

Namira Syarfuan dari event organizer Market & Museum mengatakan, pemilihan Pasar Santa sebagai lokasi bazaar kali ini tak lepas dari stigma pasar itu yang lekat dengan kaum muda dan kreatif.

Pihaknya pun menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengangkat UMKM yang dimiliki oleh kaum muda.

"Karena kita lihat di sini banyak brand-brand kreatif yang tidak kalah dengan brand di mall. Ke depan kita harapkan akan dilakukan di lokasi-lokasi lain," kata Namira saat pembukaan bazaar, Sabtu (30/6).

Direktur PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin bungah akhirnya komunitas kreatif menggelar bazaar di pasar tradisional. Ini artinya pasar semakin dilirik, bukan hanya untuk transaksi jual beli saja, melainkan sebagai tempat berkumpul bagi anak muda. Arief bilang, pihaknya sangat terbantu dalam merubah stigma pasar tradisional yang selama beberapa tahun ini ia gelorakan.

"Kegiatan seperti ini yang selama ini kami harapkan. Selama ini kami mencoba branding pasar tradisional itu tidaklah mudah, terutama pendekatan kepada kaum milenial yang kerap merasa risih atau gengsi datang ke pasar," kata Arief di kesempatan sama.

Dengan adanya weekend market seperti ini, kata Arief, ia berharap menjadi upaya pendekatan bagi kaum milenial.

"Mari kampanyekan bahwa pasar tidak hanya jadi tempat jual beli. Mari angkat dari sosial effectnya. Ada transaksi, buat nongkrong dll. Ini adalah kesempatan menjadikan pasar tradisional menjadi lokasi familiar bagi semua kalangan," kata Arief.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved