Wisata

Goa Kiskendo Tempat Perkelahian Subali-Sugriwa Merebut Kerajaan

"Dulu, dalang kondang Ki Hadi Sugito pernah 5 hari tanpa keluar di dalamnya, sekitar tahun 1964," kata Slamet."

Goa Kiskendo Tempat Perkelahian Subali-Sugriwa Merebut Kerajaan
Kompas.com/Dani J
Relief kisah pewayangan Subali-Sugriwa di sekitar pintu masuk Goa Kiskendo. Komunitas seni Yogyakarta yang membuat relief ini pada tahun 1980-an. 

Goa Kiskendo menjadi  satu tujuan wisata di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Obyek wisata tersebut menerima kunjungan berlimpah saat libur Lebaran 2018 lalu. Pengelola Kiskendo mencatat 400-600 pengunjung dalam 1 hari menyusur goa saat libur Lebaran itu.

Puncaknya pada hari ke-3 setelah Lebaran.  Jumlah pengunjung tersebut melebihi kunjungan pada hari biasa yang sekitar 100-150 orang.

Goa beserta kisah-kisah yang menyertainya menjadi daya tarik terbesar obyek wisata ini. Goa ini dikabarkan sudah ditemukan sejak 2 abad silam.

Baca: Berwisata sambil Baca Buku dan Makan di Tengah Hutan Dlingo Yogyakarta

Para leluhur terdahulu memanfaatkan goa untuk mencari ketenangan batin dan pencerahan lewat bertapa.

Pemerintah Daerah DI Yogyakarta melihat potensi wisata goa ini lantas mengelolanya sejak1979.

Kemudian, Dinas Pariwisata Kulonprogo mengelolanya sejak 2005.  Goa sepanjang 1,5 kilometer berada di dalam Bukit Menoreh.

Ada dua percabangan besar di dalamnya dan mengarahkan pengunjung pada bekas tempat banyak orang masa lalu melakoni pertapaan.

Pemandu wisata susur goa, Adi Slamet mengatakan, terdapat sembilan ruang kecil di dalamnya yang dulu sebagai tempat bertapa.

"Dulu, dalang kondang Ki Hadi Sugito pernah 5 hari tanpa keluar di dalamnya, sekitar tahun 1964," kata Slamet.

Halaman
1234
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help