Artis Terjerat Narkoba

Fachri Albar Minta Dihukum Rehabilitasi Enam Bulan di RSKO Cibubur

Fachri Albar kembali menjalani persidangan kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika jenis sabu dan psikotropika.

Fachri Albar Minta  Dihukum Rehabilitasi Enam Bulan di RSKO Cibubur
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Fachri Albar menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera, Cilandak, Kamis (28/6/2018). 

AKTOR Fachri Albar kembali menjalani persidangan kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika jenis sabu dan psikotropika.

Fachri menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera, Cilandak, Kamis (28/6/2018), dengan agenda pembacaan nota pembelaan alias pleidoi.

Pleidoi yang disampaikan secara lisan tersebut dibacakan oleh tim penasihat hukum Fachri, yang dipimpin oleh Sandy Arifin, berisi tentang permintaan terdakwa yang ingin direhabilitasi.

Baca: Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara

Tujuan dari rehabilitasi tersebut agar anak rocker gaek Ahmad Albar itu bisa sembuh total dari ketergantungannya terhadap narkotika dan psikotropika.

"Melalui surat pleidoi ini, bahwa yang didakwakan kepada terdakwa adalah pasal 111 ayat 1, 112 ayat 1, 127 ayat 1, huruf a Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Unsurnya adalah setiap penyalahguna narkotika golongan satu bagi diri sendiri," tutur Sandy Arifin dalam persidangan.

"Orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melanggar hukum. Dalam hal ini, memang terdakwa dibutuhkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mempertanggungjawabkan barang-barang bukti. Oleh karena itu, agar tidak tergantung narkoba dan psikotropika lagi, terdakwa wajib direhabilitasi," sambung Sandy.

Baca: Satu KTP DKI Bisa untuk Beli Lima Tiket Masuk Atlantis Water Adventure yang Didiskon 50 Persen

Polisi mengamankan narkotika golongan satu dan banyak psikotropika, saat menggeledah rumah Fachri.

"Tentang narkotika golongan satu, di sini adalah sabu sisa pakai. Ada 13 butir nitrazepam dan satu butir alprazolam yang diakui oleh terdakwa dan ada di kediaman terdakwa. Pasal 60 ayat 5 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika," tutur Sandy.

Sandy menambahkan, Fachri mampu mempertanggungjawabkan semua kesalahannya mengonsumsi narkotika dan psikotropika.

Baca: Sering Diperbincangkan di Medsos, Ahmad Syaikhu Yakin Menangi Pilgub Jabar

"Mengenai psikotropika, selain yang diterapkan pasal 14 ayat 3, berdasarkan fakta di persidangkan terungkap terdakwa mendapatkan nitrazepam dan alprazolam. Terdakwa dapatkan dari seorang bernama Dodi sekitar Bulan Januari dan seterusnya," paparnya.

Sandy meminta majelis hakim memberikan hukuman kepada Fachri berupa enam bulan rehabilitasi, merujuk pasal 127 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa Fachri Albar selama enam bulan penjara dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan, dengan ketentuan terdakwa tidak perlu menjalani sisa pidana yang dijatuhkan, tapi terdakwa menjalani rehab di RSKO Cibubur, Jakarta Timur," pinta Sandy Arifin.

Baca: Ada TPS Berkonsep Asian Games 2018 di Kranji Kota Bekasi

Diberitakan sebelumnya, Fachri Albar ditangkap di kediamannya di Serenia Hills, Cirendeu, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Fachri ditangkap oleh Satuan tugas (satgas) Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu, dua papan dumolid, alat isap sabu (cangklong), korek, dan puntungan ganja.

Polres Jaksel melakukan pemeriksaan kepada Fachri ke medis untuk assessment. Hasilnya, Fachri dinyatakan sebagai korban kejahatan narkoba, sehingga ia direhabilitasi ke RSKO, Cibubur, Jakarta Timur. (*)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved