Home »

News

» Jakarta

Puluhan Preman Terjaring Razia Terminal Kampung Rambutan

Pria-pria yang dirasa mencurigakan langsung diamankan petugas, namun walau mereka mengaku sopir angkutan kota.

Puluhan Preman Terjaring Razia Terminal Kampung Rambutan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Walau preman mengelak, mereka tetap langsung diamankan untuk dilakukan pendataan. 

PULUHAN preman terjaring razia oleh Satuan Gerak Cepat Rajawali Polres Metro Jakarta Timur di Terminal Kampung Rambutan. Razia ini dilakukan untuk menciptakan kondisi aman di lingkungan Terminal.

Pria-pria yang dirasa mencurigakan langsung diamankan oleh petugas, namun walau begitu banyak di antara mereka berdalih bukan preman melainkan sopir angkutan kota.

Walau mengelak di antara mereka tetap langsung diamankan untuk dilakukan pendataan.

Tak mendapatkan buruannya petugas menyisir ke beberapa sudut yang dinilai sebagai tempat persembunyian para preman, namun ketika itu justru didapat dua orang pria yang tengah asik judi ludo.

Keduanya pun langsung diamankan petugas.

Setelah ditelusuri ternyata keduanya pernah ditangkap oleh tim Rajawali dengan kejadian yang sama yakni melakukan judi ludo. Tak hanya itu petugas juga mengamankan seorang penjual powerbank yang menjual harga yang tak wajar yakni sekitar Rp. 130.000, saat diintrograsi ternyata harga modal powerbank tersebut hanya Rp.30.000.

Tentunya hal tersebut sangat merugikan bagi pembeli, untuk itu petugas pun langsung mengamankan pria tersebut. Kurang lebih sebanyak 23 preman, namun belum ditemukan adanya unsur tindak kejahatan. Sehingga pihak tim Rajawali melakukan pendataan kepada 23 orang yang diamankan tersebut.

Ketua Tim Rajawali 1, Ipda Dodi mengatakan bahwa razia yang dilakukan untuk menciptakan kondisi yang aman di Terminal. Sehingga pihaknya bekerjasama untuk melakukan razia bersama pihak Terminal Kampung Rambutan.

"Tadi kita amankan beberapa orang yang mengaku pengurus di Terminal, namun tidak ditemukan adanya unsur kejahatan," kata Dodi di Terminal Kampung Rambutan, Kamis (28/6/2018).

Dikatakan Dodi, sering kali ditemukan beberapa permasalah kejahatan di Terminal diantaranya adalah pemerasan. Dirinya mencontohkan seperti bus dalam kota ingin pindah ke antar kota. Banyak diantara melakukan pemaksaan kepada para penumpang dengan memungut harga maupun jasa yang tidak sesuai prosedur.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help